Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Arab Saudi Akhiri Boikot, Qatar Airways Melandas Lagi di Riyadh

Selasa 12 Jan 2021 15:47 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Amr Nabil/AP/picture alliance

Amr Nabil/AP/picture alliance

Untuk pertama kalinya sejak 4 tahun, pesawat Qatar Airways mendarat lagi di Riyadh.

Sebuah pesawat penumpang maskapai penerbangan Qatar Airways melandas di bandara internasional King Khalid Airport di Riyadh hari Senin (11/01). Inilah pendaratan pertama Qatar Airways sejak aksi boikot negara-negara Teluk tahun 2017. Pesawat itu berangkat dari Doha dan mendarat setelah penerbangan satu jam lebih.

Dimulainya kembali penerbangan langsung antara Qatar dan Arab Saudi adalah langkah terbaru dalam upaya mengakhiri keretakan beberapa tahun terakhir antara kedua negara Teluk tersebut.

Qatar Airways mengumumkan, minggu ini juga penerbangan dari Doha ke kota-kota Jeddah dan Dammam di Arab Saudi akan dilanjutkan.

Pada Senin (11/01) malam, sebuah pesawat Saudi Airlines juga mendarat di bandar udara Doha.

Negara-negara Teluk akhiri blokade Qatar

Arab Saudi pekan lalu mengumumkan akan membuka kembali wilayah udara dan perbatasan daratnya dengan Qatar, dalam upaya normalisasi hubungan kedua negara.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir pada pertemuan puncak minggu lalu sepakat untuk mencabut blokade terhadap Qatar.

Bahrain dan UEA mengumumkan bahwa mereka akan membuka kembali wilayah udaranya, meskipun para pelancong masih belum dapat memesan penerbangan langsung dengan maskapai penerbangan milik UEA maupun Bahrain.

Mesir belum merilis rincian tentang pememulihan hubungannya dengan Qatar.

Ketegangan diplomatik

Arab Saudi dan tiga sekutu regionalnya pada Juni 2017 memutuskan hubungan diplomatik dan komersial dengan Qatar dan mengumumkan penutupan wilayah udara dan hubungan darat. Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok militan Islam yang dekat dengan Iran dan mendanai kelompok-kelompok ekstremis di wilayah tersebut.

Qatar ketika itu membantah tuduhan tersebut dan menyebut aksi boikot tersebut sebagai upaya untuk merusak kedaulatannya. Penutupan wilayah udara itu memaksa maskapai penerbangan Qatar Airways untuk menerbangkan pesawatnya melewati Iran dan membayar biaya yang cukup besar.

Kawasan Teluk saat ini sedang berusaha keluar dari dampak krisis ekonomi pandemi corona dan anjloknya harga minyak di pasar internasional.

hp/rap (ap, afp)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA