Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Bekukkan Akun Donald Trump, Saham Twitter Anjlok 6 Persen

Selasa 12 Jan 2021 14:25 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Foto: VOA
Donald Trump memiliki 88 juta pengikut di Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA – Saham Twitter Inc anjlok lebih dari enam persen pada Senin (11/1) setelah langkahnya menangguhkan akun Presiden AS Donald Trump secara permanen. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan investor terkait regulasi jejaring sosial di masa depan.

Pada Jumat (8/1), perusahaan media sosial yang berbasis di San Fransisco tersebut mengatakan, penangguhan akun Trump yang memiliki 88 juta pengikut dilakukan karena risiko kekerasan lebih lanjut setelah penyerbuan Gedung Capitol pada pekan lalu.

Langkah itu menuai kritik dari beberapa perwakilan Partai Republik karena Twitter dinilai menghilangkan hak presiden untuk kebebasan berbicara. Sementara, Komisaris Uni Eropa Thierry Breton mengatakan, peristiwa pekan lalu kemungkinan menandai era baru dalam kontrol media sosial yang lebih berat.

Baca Juga

Kanselir Jerman Angela Merkel, yang memiliki hubungan dingin dengan Trump, mengkritik larangan Twitter. Melalui juru bicara, ia memperingatkan, legislator harus memutuskan potensi pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.

Perhatian yang dipusatkan kepada Twitter tersebut meningkatkan kecemasan investor. Mereka khawatir, Twitter dapat lebih terkena regulasi dibandingkan pesaingnya yang besar seperti Facebook Inc atau Google dan pemilik YouTube, Alphabet.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA