Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Facebook Tutup Akun-Akun Palsu Pejawat Presiden Uganda

Selasa 12 Jan 2021 11:00 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Esthi Maharani

Facebook

Facebook

Foto: antaranews.com
Penutupan karena maraknya penggunaan akun palsu dan duplikat pemilihan presiden

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPALA -- Raksasa media sosial Facebook baru saja menghapus akun-akun yang terkait dengan Kementerian Informasi Uganda. Hal ini disebabkan penggunaan akun palsu dan duplikat menjelang pemilihan presiden pekan ini.

Dilansir dari Alarabiya, Warga Uganda akan melakukan pemungutan suara dalam pemilihan kandidat pejawat Yoweri Museveni dengan 10 kandidat lain. Yoweri juga melawan salah seorang kandidat terdepan dari oposisi Bobi Wine yang merupakan seorang penyanyi dan anggota parlemen yang telah mengguncang partai berkuasa.

“Kami menemukan jaringan ini terkait dengan Pusat Interaksi Warga Pemerintah di Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Uganda,” kata Facebook, Senin (11/1).

"Mereka menggunakan akun palsu dan duplikat untuk mengelola halaman, mengomentari konten orang lain, menyamar sebagai pengguna, membagikan ulang postingan dalam grup agar mereka tampak lebih populer daripada sebelumnya," kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara pemerintah Uganda Ofwono Opondo mengatakan Facebook telah bertindak sewenang-wenang.

“Kami tidak mengenal siapa pun yang mengeluh tentang akun ini.  Pemilik akun ini diverifikasi," katanya dalam wawancara BBC yang disiarkan langsung di Facebook.

“Itu dilakukan secara sepihak.  Jadi saya rasa Anda bisa meminta Facebook untuk memberikan lebih banyak rincian tentang keluhan itu karena kami tidak mengetahui rahasia mereka, ”katanya.

Menteri Penerangan Judith Nabakooba mengatakan kepada Reuters bahwa dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempelajari situasi sebelum berkomentar.

Puluhan pengunjuk rasa oposisi telah terbunuh selama kampanye yang dirusak oleh tindakan keras terhadap unjuk rasa Wine yang menurut pihak berwenang melanggar pembatasan sosial untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Kandidat oposisi Patrick Oboi Amuriat ditangkap Ahad (10/1) di luar Kampala.  Dia didakwa pada Senin dengan pelanggaran lalu lintas, dibebaskan dengan jaminan dan ditahan lagi oleh polisi ketika dia kembali ke ibu kota.

"Dia belum diberi tahu kenapa," kata ajudannya, Ayub Kigongo.

Amuriat mencalonkan diri untuk Forum Perubahan Demokratik (FDC), yang merupakan partai oposisi utama pada pemilihan presiden sebelumnya di bawah mantan pemimpinnya Kizza Besigye.

Amuriat telah ditahan beberapa kali selama kampanye, sebagian besar karena melanggar pembatasan virus corona. Kampanye telah dilarang di Kampala dan 10 distrik lainnya karena pandemi, meskipun kandidat oposisi mengatakan itu karena mereka lebih populer di daerah tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA