Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Perhimpunan Pilot Minta Tahan Spekulasi Kecelakaan SJ 182

Selasa 12 Jan 2021 09:02 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Kerabat korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu menunggu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021)i.

Kerabat korban pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Pulau Seribu menunggu di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021)i.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Sikap bijak beropini diperlukan untuk hindari hal yang melukai hati keluarga korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) meminta seluruh lapisan masyarakat dan insan penerbangan dapat menahan diri memberikan spekulasi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada 9 Januari 2021. Ketua PPPI Rizki Budimansyah Juzar mengatakan semua pihak harus lebih bijak dalam beropini maupun menganalisa penyebab kecelakaan tersebut.

"Mari kita bersama-sama mendukung upaya evakuasi dan investigasi kepada pihak yang berwenang agar dapat memberikan hasil yang terbaik," kata Rizki, Senin (11/1).

Untuk itu Rizki menilai kebijaksanaan semua pihak dalam menyikapi musibah kecelakaan tersebut diperlukan. Dia menuturkan, hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari hal-hal yang dapat melukai keluarga korban.

Baca Juga

Dia menambahkan, PPPI menyampaikan rasa keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga korban. Rizki menuturkan terima kasih kepada semua pihak yang tengah mengupayakan evakuasi.

Untuk selanjutnya, Rizki mengatakan, hasil temuan evakuasi akan dianalisa dan investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat di perairan Kepulauan Seribu tersebut. "Kami senantiasa mendukung baik secara moral dan teknis kepada pihak berwenang dalam mengungkap penyebab kecelakaan," jelas Rizki.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA