Senin 11 Jan 2021 19:26 WIB

Pembakaran Dua BTS di Papua Diselidiki

Identitas pembakar BTS, infrastruktur microwave Palapa Ring, belum terungkap.

Rep: Fauziah Mursid/Antara/ Red: Indira Rezkisari
Police line. BTS 4 yang terletak di perbukitan Pingile Distrik Omukiya dan BTS 5 terletak di perbukitan wilayah Muara Distrik Mabuggi diduga dibakar oleh KKB di Papua.
Foto: Wikipedia
Police line. BTS 4 yang terletak di perbukitan Pingile Distrik Omukiya dan BTS 5 terletak di perbukitan wilayah Muara Distrik Mabuggi diduga dibakar oleh KKB di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA --  Polres Puncak Papua masih menyelidiki kasus dibakarnya dua base transceiver station (BTS) yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pembakaran BTS terjadi pada Kamis (7/1).

"Dari laporan yang diterima insiden pembakaran kedua BTS diketahui dari laporan yang disampaikan tim Palapa Ring Timur yang melakukan pengecekan menggunakan helikopter Sabtu (9/1) lalu," kata Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih, Senin (11/1).

Baca Juga

BTS yang dibakar, yakni BTS 4 yang terletak di perbukitan Pingile Distrik Omukiya dan BTS 5 terletak di perbukitan wilayah Muara Distrik Mabuggi. Masyarakat melaporkan kedua BTS dibakar sejak Kamis (7/1) hingga mengakibatkan terganggu layanan 4G.

Ketika ditanya KKB yang beroperasi di sekitar Kabupaten Puncak, Saragih mengaku cukup banyak. Di antaranya Legagak, Militer Murib, Rambu Besar dan Leni Mayu.

Decky namun belum bisa memastikan kelompok mana yang membakar BTS. "Anggota masih terus menyelidiki kasus tersebut karena kesulitan mendapat info karena masyarakat lebih memilih untuk tutup mulut," kata AKBP Saragih.

General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua, Adi Wibowo, dalam keterangan tertulis menyatakan pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, tetap dapat menikmati layanan komunikasi 2G. Layanan tersebut menggunakan transmisi IDR atau satelit.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan layanan konektivitas masyarakat tidak terganggu usai adanya peristiwa pembakaran infrastruktur telekomunikasi yang termasuk dalam jaringan Palapa Ring Timur di Kabupaten Puncak, Papua. Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Anang Latif mengatakan Kominfo mengambil dua langkah penanganan dengan fokus menyediakan layanan konektivitas untuk masyarakat sekitar.

Pertama, Kominfo melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas pelaku  dan motif pembakaran. Kedua, Kominfo berkomitmen menyediakan layanan konektivitas jaringan Palapa Ring Timur tetap dapat digunakan.

"Tetap berkomitmen mengupayakan back up konektivitas di wilayah terdampak dengan menggunakan teknologi lain, yakni satelit (VSAT), untuk melayani Kota Ilaga," kata Anang dalam siaran pers Kominfo, Senin (11/1).

Anang mengungkap, hingga kini Kominfo belum mengetahui identitas pembakar infrastruktur microwave Palapa Ring, tower site B4 dan B5. Namun, Tim Palapa Ring Paket Timur telah melakukan pengecekan kedua lokasi kejadian melalui udara.

"Akibat dari terbakarnya kedua tower microwave ini, jaringan Palapa Ring di Kota Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak terputus," katanya.

Anang menjelaskan, pembangunan mega-infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring sudah dimulai sejak tahun 2015 dan selesai pada tahun 2019. Proyek ini diperuntukkan agar akses telekomunikasi merata dan setara ke seluruh Indonesia hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dengan panjang 12.148 kilometer kabel fiber-optic telah terpasang dan menghubungkan sebanyak 90 kota dan kabupaten di Indonesia.

Ia pun menyesalkan insiden pembakaran Palapa Ring Paket Timur. "Adanya kejadian ini, tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa apabila infrastruktur tidak dijaga akan membawa dampak yang merugikan bagi masyarakat," katanya.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Dirut BAKTI Kominfo akan mempererat sinergi dengan aparat keamanan di antaranya TNI dan POLRI, serta pemerintah daerah setempat. "Pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat perlu dijamin keamanannya.  Apalagi percepatan transformasi digital saat ini sedang menjadi fokus pemerintah,  yang salah satunya mencakup pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua," tuturnya.

DIrut Anang Latif menyatakan, program pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas Kementerian Kominfo hingga tahun 2024. "Kami berharap, demi kepentingan bersama, seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga apa yang sudah kita bangun. Dengan terbangunnya infrastruktur digital yang mumpuni dan merata, kita semua dapat menutup digital gap sehingga muncul talenta-talenta digital baru di Indonesia dari tanah Papua," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement