Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Menteri Pariwisata Thailand Usulkan Karantina Golf

Senin 11 Jan 2021 18:35 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Pattaya, salah satu objek wisata populer di Thailand.

Pattaya, salah satu objek wisata populer di Thailand.

Foto: Pixabay
Wisatawan asing dapat habiskan masa karantina mereka di resort tertentu dan main golf

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Menteri Pariwisata Thailand Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan ia mengusulkan rencana untuk mengizinkan warga asing melakukan karantina di sejumlah resort lapangan golf. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak industri pariwisata selama pandemi virus corona.

"Kami akan membahasnya dengan Kementerian Kesehatan Publik dan gugus tugas virus corona untuk menawarkan wisatawan yang memiliki sertifikat kesehatan untuk di karantina di hotel dan lapangan golf," kata Phiphat, Senin (11/1).

Ia mengatakan wisatawan asing dapat menghabiskan masa karantina mereka di resort tertentu. Mereka dapat bergerak di sekitar hotel dan bermain golf sehingga tidak terisolasi di dalam kamar saja.

Rencana yang membutuhkan persetujuan kabinet itu muncul saat Thailand sedang diterpa gelombang kedua wabah virus corona usai berhasil menahan penyebarannya di masyarakat selama berbulan-bulan.

Sejauh ini jumlah kasus infeksi virus corona yang dilaporkan Thailand relatif kecil yakni 10,547 kasus dan 67 kasus kematian. Namun sejak Desember lalu muncul sejumlah klaster wabah sehingga jumlah kasus positif per hari naik menjadi beberapa ratus.

Pada 2019 lalu Thailand menarik 40 juta wisatawan asing yang menghabiskan 1,91 triliun baht sekitar 63,4 miliar dolar AS. Jumlah wisatawan asing terjun bebas selama pandemi karena perbatasan ditutup.

Hal ini menjadi pukulan berat bagi hotel-hotel, restoran-restoran, dan destinasi pariwisata yang mengandalkan pemasukan dari wisatawan asing. Phiphat mengatakan skema visa khusus tahun lalu untuk wisatawan dengan masa tinggal yang lama menarik 1.000 orang wisatawan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA