Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Korban Pesawat Sriwijaya Air Asal Riau Masih Pengantin Baru

Senin 11 Jan 2021 17:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan saat tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melakukan identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air JT 182 di Dermaga JICT 2, Jakarta, Senin (11/1). Foto : Edwin Putranto/Republika

Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan saat tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melakukan identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air JT 182 di Dermaga JICT 2, Jakarta, Senin (11/1). Foto : Edwin Putranto/Republika

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Mereka akan melakukan selamatan pernikahan mereka di Pontianak.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada Sabtu (9/1) adalah warga Kota Pekanbaru, Riau, bernama Putri Wahyuni merupakan pengantin baru. Kakak kandung korban, Aulia Rizki saat dihubungi dari Pekanbaru, Senin (11/1) mengatakan Putri berada di pesawat tersebut bersama suaminya yang bernama Ikhsan Hakim, asal Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Pasangan suami istri tersebut menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Pontianak untuk melakukan selamatan pernikahan mereka di rumah mertua, atau orangtua dari Ikhsan. Aulia mengatakan pihak keluarga kini sudah pasrah, dan hanya berharap jenazah keluarganya itu bisa ditemukan. Pihak keluarga pada Senin ini, berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan berkas-berkas dokumen serta DNA dari orangtua Putri yang bisa membantu proses identifikasi korban.

"Kita akan bawa berkas-berkas seperti akte kelahiran, ijazah, dan data DNA orang tuanya langsung ke posko pencarian korban," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan saat ini di posko tersebut sudah ada keluarga dari pihak Ihsan yang sudah datang. Ia berharap pencarian terhadap jenazah adik dan iparnya bisa segera mendapat hasil terbaik. "Mudah-mudahan jasadnya ketemu supaya bisa, paling tidak kita bisa ketahui," ujarnya.

Pesawat penumpang maskapai Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan penerbangan SJ-182 awalnya dikabarkan hilang kontak pada Sabtu (9/1). Pesawat kehilangan kontak ketika pesawat berada di atas 10 ribu feet setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang.

Tim pencarian kini sudah mengumpulkan belasan kantong jenazah dari pesawat nahas tersebut. Selanjutnya, jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri yang telah melaksanakan pengumpulan data ante mortem yaitu pengumpulan data identifikasi korban. 

 

 

PEKANBARU -- Salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada Sabtu (9/1) adalah warga Kota Pekanbaru, Riau, bernama Putri Wahyuni merupakan pengantin baru. Kakak kandung korban, Aulia Rizki saat dihubungi dari Pekanbaru, Senin (11/1) mengatakan Putri berada di pesawat tersebut bersama suaminya yang bernama Ikhsan Hakim, asal Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Pasangan suami istri tersebut menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Pontianak untuk melakukan selamatan pernikahan mereka di rumah mertua, atau orangtua dari Ikhsan. Aulia mengatakan pihak keluarga kini sudah pasrah, dan hanya berharap jenazah keluarganya itu bisa ditemukan. Pihak keluarga pada Senin ini, berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan berkas-berkas dokumen serta DNA dari orangtua Putri yang bisa membantu proses identifikasi korban.

"Kita akan bawa berkas-berkas seperti akte kelahiran, ijazah, dan data DNA orang tuanya langsung ke posko pencarian korban," katanya.

Ia mengatakan saat ini di posko tersebut sudah ada keluarga dari pihak Ihsan yang sudah datang. Ia berharap pencarian terhadap jenazah adik dan iparnya bisa segera mendapat hasil terbaik. "Mudah-mudahan jasadnya ketemu supaya bisa, paling tidak kita bisa ketahui," ujarnya.

Pesawat penumpang maskapai Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan penerbangan SJ-182 awalnya dikabarkan hilang kontak pada Sabtu (9/1). Pesawat kehilangan kontak ketika pesawat berada di atas 10 ribu feet setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang.

Tim pencarian kini sudah mengumpulkan belasan kantong jenazah dari pesawat nahas tersebut. Selanjutnya, jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri yang telah melaksanakan pengumpulan data ante mortem yaitu pengumpulan data identifikasi korban. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA