Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Di Hari-hari Terakhir Trump, AS Perkuat Hubungan dengan Taiwan

Senin 11 Jan 2021 15:53 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Reuters/S. Lam

Reuters/S. Lam

AS perkuat hubungan dengan Taiwan.

Pencabutan pembatasan hubungan resmi dengan pejabat Taiwan oleh AS adalah "hal besar", ujar Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu pada Senin (11/01), menambahkan bahwa hubungan Taiwan dengan AS telah meningkat ke level "kemitraan global."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pencabutan pembatasan pada Sabtu (09/01), di hari-hari terakhir pemerintahan Trump menjelang Joe Biden mengambil alih kursi kepresidenan AS pada 20 Januari mendatang.

Cina, yang mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, belum merespons secara resmi, tetapi langkah tersebut kemungkinan akan meningkatkan ketegangan Cina-AS saat Biden bersiap untuk mengambil alih.

"Ini adalah hal besar untuk peningkatan hubungan Taiwan-AS," kata Wu kepada wartawan, seraya mengungkapkan "terima kasih yang tulus" kepada pemerintah AS. "Hubungan Taiwan-AS telah ditingkatkan menjadi kemitraan global. Kementerian luar negeri tidak akan lengah dan berharap untuk terus meningkatkan hubungan Taiwan-AS."

Meskipun Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara lainnya, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, namun terikat oleh kesepakatan untuk menyediakannya sarana pertahanan. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS telah meningkatkan penjualan senjata dan mengirim pejabat senior ke Taipei.

Harian Global Times yang dikendalikan Partai Komunis Cina menulis bahwa pemerintah di Beijing perlu mengirim "peringatan keras" ke Taiwan.

"Mereka yang berada di Taiwan tidak boleh dibiarkan begitu saja bahwa mereka dapat mencari pemisahan diri (dari Cina) dengan bantuan terakhir pemerintahan yang ditinggalkan oleh Amerika," kata harian itu. "Sebaliknya, itu sangat mungkin membawa kehancuran bagi mereka."

Dubes AS untuk PBB akan berkunjung ke Taipei

Rencananya, pada hari Rabu (13/01), duta besar AS untuk PBB, Kelly Craft, akan tiba di Taipei untuk kunjungan selama tiga hari. Rencana ini pun mendapat kecaman dari Beijing.

Wu mengatakan bahwa dia dan Presiden Tsai Ing-wen akan bertemu dengan Craft pada hari Kamis (14/01). Ia membeberkan topik dari kunjungan ini adalah untuk membahas bagaimana mempromosikan partisipasi internasional Taiwan.

Kunjungan Craft punya nilai simbolis besar, karena Taiwan bukanlah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar badan dunia lainnya karena penolakan Cina. Beijing selama ini bersikeras bahwa hanya mereka yang berhak mewakili Cina (termasuk Taiwan) di panggung internasional. Sementara Taiwan mengatakan hanya pemerintah yang dipilih secara demokratis yang bisa mengklaim hak ini.

rap/hp (Reuters, AP)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA