Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Tips Redakan Gejala GERD

Selasa 12 Jan 2021 00:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Kiat mencegah kambuhnya GERD.

Kiat mencegah kambuhnya GERD.

Foto: Republika
GERD dapat memunculkan gejala yang sangat tidak nyaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat memunculkan gejala yang sangat tidak nyaman. Modifikasi pola makan dan gaya hidup dapat memabntu meredakan gejala ini.

GERD merupakan sebuah kondisi berulang di mana asam lambung naik ke kerongkongan. Hal tersebut dapat mengiritasi lapisan kerongkongan. Gejala paling umum dari GERD adalah heartburn atau sensasi panas dan terbakar di dada. Biasanya, gejala heartburn ini diatasi oleh penggunaan obat-obatan.

Berdasarkan studi jangka panjang Nurses' Health Study, ada modifikasi pola makan dan gaya hidup yang dapat menurunkan gejala GERD tersebut secara signifikan. Melalui modifikasi ini, sebagian pasien dapat terhindar dari gejala heartburn tanpa dibantu oleh obat-obatan.

Ada lima modifikasi atau faktor terkait pola makan dan gaya hidup yang disoroti oleh studi tersebut. Kelima faktor tersebut adalah berat badan normal, tidak merokok, aktivitas fisik berintensitas sedang-berat selama 30 menit setiap hari, membatasi konsumsi kopi, teh, dan soda menjadi dua cangkir per hari, serta penerapan pola makan yang bijaksana.

"Studi ini menunjukkan bahwa gejala GERD yang umum dan mengganggu dapat dikontrol dengan baik pada banyak kasus melalui modifikasi pola makan dan gaya hidup saja," jelas peneliti Andrew T Chan MD MPH, seperti dilansir Times Now News.

Ketua tim peneliti Raaj S Mehta MD dari Harvard Medical School mengatakan GERD memiliki efek jangka panjang bagi kesehatan. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai efek samping dari penggunaan obat. Oleh karena itu, modifikasi pola makan dan gaya hidup untuk mengontrol gejala GERD dinilai dapat menjadi salah saut opsi terbaik bagi pasien.

"Gaya hidup sepatutnya dipertimbangan sebagai opsi terbaik untuk mengontrol gejala," ujar Chan yang merupakan ahli gastroenterologi.

Studi yang dilakukan oleh Chan dan tim ini melibatkan lebih dari 100.000 partisipan. Selain itu, studi ini juga memiliki data dari hampir 43.000 perempuan dengan masalah GERD atau gejala heartburn.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA