Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

DPR: Insiden SJ 182 Jadi Bahan Evaluasi Seluruh Maskapai

Senin 11 Jan 2021 05:13 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Hiru Muhammad

Petugas penyelamat dan Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia membawa kantong jenazah di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, 10 Januari 2021. Kontak ke penerbangan Sriwijaya Air SJ182 hilang pada 09 Januari 2021 tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Jakarta saat dalam perjalanan ke Pontianak di provinsi Kalimantan Barat

Petugas penyelamat dan Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia membawa kantong jenazah di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, 10 Januari 2021. Kontak ke penerbangan Sriwijaya Air SJ182 hilang pada 09 Januari 2021 tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Jakarta saat dalam perjalanan ke Pontianak di provinsi Kalimantan Barat

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Operasi SAR diharapkan berjalan lancar dan diprioritaskan untuk evakuasi korban

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama turut berduka cita atas peristiwa jatuhnya Pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ-182 yang hilang kontak pada hari Sabtu 9 Januari 2021 lalu. Ia berharap kejadian tersebut menjadi dasar evaluasi seluruh maskapai di Indonesia.

"Kami berharap jatuhnya pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182 harus menjadi dasar evaluasi bagi seluruh maskapai penerbangan agar selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan penerbangan dengan memperhatikan faktor cuaca dan selalu melakukan perawatan pesawat sesuai ketentuan yang berlaku sehingga pesawat dapat benar-benar terkondisikan untuk laik terbang," kata Jaya dalam keterangan tertulisnya kepada Republika, Ahad (10/1).

Dirinya berharap Pemerintah mengawasi secara ketat dan bertindak tegas apabila terdapat maskapai penerbangan yang tidak beroperasi sesuai dengan ketentuan. Ia menuturkan hal tersebut  bisa dimulai dengan cara segera menyelesaikan masalah kompensasi terhadap ahli waris kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang masih belum selesai. 

"Selain itu dengan segera dilakukannya investigasi dan dikeluarkannya rekomendasi dari KNKT, diharapkan nantinya dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan membantu industri angkutan udara agar tidak merosot lebih jauh di masa pandemi ini," ujarnya.

Fraksi PKS juga berharap operasi SAR dapat berjalan lancar yang diprioritaskan untuk evakuasi korban, setelah itu baru fokus kepada pencarian kotak hitam pesawat. Jatuhnya pesawat menurutnya  tentunya berpotensi memukul lebih jauh industri transportasi udara yang sudah mengalami penurunan sejak adanya pandemi Covid-19 ini.  "Oleh sebab itu evakuasi korban yang diikuti dengan recovery kotak hitam pesawat harus dilakukan secara cepat," tuturnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA