Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Polda akan Ambil DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air di Kediri

Ahad 10 Jan 2021 19:29 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Petugas medis menyemprotkan desinfektan ke puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan di perairan Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, Ahad (10/1).

[Ilustrasi] Petugas medis menyemprotkan desinfektan ke puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan di perairan Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, Ahad (10/1).

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
Selanjutnya, sampel darah dari ibu korban dikirim ke laboratorium DVI Dokkes Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur segera mengambil sampel DNA keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Pare, Kabupaten Kediri, Jatim. Sampel DNA itu untuk dicocokkan dengan sampel yang tersedia.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, Tim DVI direncanakan ke Pare pada Senin (11/1) untuk mengambil sampel DNA keluarga korban. Korban yang dimaksud ada tiga orang, yakni Rahmania Ekananda (40), Fazila Amara (6), dan Fatima Asalim (2,5 tahun).

"Kami akan mengecek terlebih dahulu untuk kemudian mengambil sampel DNA orang tua korban. Sampel DNA akan diambil sebagai bagian dari proses identifikasi korban," ujar Gatot, kepada wartawan di Surabaya, Ahad (10/1).

Baca Juga

Gatot menjelaskan, hal ini sama halnya dengan sampel DNA milik ibunda kru ekstra Sriwijaya Air SJ-182 asal Surabaya, Fadly Satrianto. Sampel darah dari ibu Rahmania, Nanik Mardiyah, dikirim ke laboratorium DVI Dokkes Polri di Jakarta.

"(DVI Polda Jatim) mem-'back up' pengumpulan 'post-ante mortem'," ucap Gatot.

Seperti diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak mengalami kecelakaan, Sabtu (9/1). Sesaat setelah terbang, pesawat tersebut hilang kontak dengan menara kontrol. Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, tujuh di antaranya anak-anak dan tiga lainnya bayi. Hingga saat ini, bangkai pesawat tersebut masih dalam proses pencarian di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA