Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Jokowi Bicara Nikel, Indonesia Kejar Pasar Mobil Listrik

Ahad 10 Jan 2021 18:19 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengembangan industri hilir nikel dalam lima tahun ke depan. Pernyataan Jokowi ini bukan tanpa alasan. Indonesia memang punya peluang besar untuk masuk ke dalam industri mobil listrik sebagai produsen utama baterai lithium. Apalagi pesatnya perkembangan mobil listrik berpotensi mengubah peta geopolitik dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengembangan industri hilir nikel dalam lima tahun ke depan. Pernyataan Jokowi ini bukan tanpa alasan. Indonesia memang punya peluang besar untuk masuk ke dalam industri mobil listrik sebagai produsen utama baterai lithium. Apalagi pesatnya perkembangan mobil listrik berpotensi mengubah peta geopolitik dunia.

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Pemerintah buka peluang membangun holding baterai dengan investor asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pemerintah akan memprioritaskan pengembangan industri hilir nikel dalam lima tahun ke depan. Pernyataan Jokowi ini bukan tanpa alasan. Indonesia memang punya peluang besar masuk ke dalam industri mobil listrik sebagai produsen utama baterai lithium. Apalagi pesatnya perkembangan mobil listrik berpotensi mengubah peta geopolitik dunia.  

"Dan khusus untuk nikel, perlu saya sampaikan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, 25 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia. Yang jumlahnya kurang lebih 21 juta ton. Sehingga Indonesia mengontrol hampir 30 persen produksi nikel global saat ini," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya pada HUT ke-48 PDIP, Ahad (10/1). 

Presiden pun menegaskan, jumlah cadangan bijih nikel di Indonesia merupakan potensi yang besar. Demi merealisasikan fokus pemerintah untuk mengembangkan industri hilir nikel, Presiden mendukung integrasi industri yang mengolah bijih nikel menjadi pig iron nickel (feronikel berkadar rendah), feronikel, dan baja tahan karat. Jokowi juga mendorong agar BUMN yang menggarap industri pertambangan bisa bekerja sama dengan swasta hingga perusahaan multinasional. 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA