Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Maskapai Qatar dan Saudi Akan Buka Penerbangan Besok

Ahad 10 Jan 2021 11:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Muhammad Subarkah

Pesawat milik Qatar Airways membawa paket bantuan yang dikirim oleh Qatar untuk mendukung memerangi virus korona tiba di Bandara Internasional Sarajevo, di Sarajevo, Bosnia Herzegovina pada 19 Mei 2020.

Pesawat milik Qatar Airways membawa paket bantuan yang dikirim oleh Qatar untuk mendukung memerangi virus korona tiba di Bandara Internasional Sarajevo, di Sarajevo, Bosnia Herzegovina pada 19 Mei 2020.

Foto: Anadolu/Elman Omic
Qatar-Saudi buka perbangan

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Qatar Airways dan Saudi Airlines akan melanjutkan penerbangan antara Doha dan Riyadh mulai Senin (11/1). Pembukaan kembali wilayah udara ini adalah sebagai bagian dari pemulihan hubungan politik dalam perselisihan yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Qatar Airways mengatakan melalui Twitter pada Sabtu (9/1), bahwa pihaknya akan melanjutkan penerbangan ke Riyadh pada Senin, Jeddah mulai 14 Januari, dan Dammam mulai 16 Januari. Penerbangan itu akan menggunakan pesawat berbadan lebar termasuk Boeing 777-300, Boeing 787- 8, dan Airbus A350.

"Kami juga berharap dapat melanjutkan hubungan yang kuat dengan mitra perdagangan dan kargo kami di Kerajaan Arab Saudi, serta bandara utama di negara itu," kata maskapai tersebut di Twitter.

Saudi Airlines (Saudia) juga menyatakan di Twitter bahwa mereka juga akan melanjutkan penerbangan dari Riyadh dan Jeddah ke Doha mulai Senin. Pembukaan ini setelah pembukaan perbatasan melalui jalur darat melewati penyeberangan Abu Samra-Salwa  dibuka terlebih dahulu pada Sabtu.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memberlakukan embargo diplomatik, perdagangan, dan perjalanan kepada Qatar pada pertengahan 2017 dengan tuduhan mendukung terorisme. Qatar membantahnya dan mengatakan embargo itu dimaksudkan untuk merusak kedaulatannya. Arab Saudi dan tiga sekutu Arabnya setuju untuk memulihkan hubungan penuh dengan Doha pada pertemuan puncak GCC di AlUla pada Selasa (5/1). 

 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA