Sabtu 09 Jan 2021 21:59 WIB

Pedagang di Pasar Trenggalek Batasi Penjualan Cabai

Cabai impor lebih banyak diminati pedagang makanan.

Pedagang di Pasar Trenggalek Batasi Penjualan Cabai (ilustasi)
Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Pedagang di Pasar Trenggalek Batasi Penjualan Cabai (ilustasi)

IHRAM.CO.ID,TRENGGALEK -- Sejumlah pedagang di Pasar Basah Trenggalek, Jawa Timur memilih membatasi stok dagangan cabai merah lokal, seiring fluktuasi harga komoditas tersebut yang saat ini merangkak naik.

"Harga cabai lokal sedang melambung sehingga berimbas pada pembelian. Kami tidak berani berspekulasi memasok banyak karena khawatir harga kembali jatuh," kata Siti Fatimah, salah satu pedagang di Pasar Basah Trenggalek, Sabtu (9/1).

Saat ini, harga cabai lokal di tingkatan pengecer pasar tradisional di Trenggalek mencapai kisaran Rp85 ribu per kilogram. Harga itu dirasa memberatkan. Banyak konsumen kini beralih ke cabai impor dari China yang dianggap memiliki tektur rasa pedas dalam olahan blender masak halus.

Karenanya cabai impor lebih banyak diminati pedagang makanan, karena alasan tektur dan karakter rasa cabai yang lebih pedas. "Beli (belanja cabai impornya) juga dibatasi, tidak berani banyak. Takut harga jatuh lagi," katanya.

Kenaikan harga cabe lokal juga terjadi merata di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tulungagung. Di daerah pelosok yang jauh dari kota bahkan harga sembako sempat menembus Rp90 ribu per kilogram.Kenaikan harga cabe terjadi sejak dua pekan terakhir. Dari semula (awal bulan) dijual di kisaran Rp35 ribu per kilogram, kini dalam sepekan harga terus berfluktuasi naik hingga tembus Rp85 ribu per kilogram. 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement