Sabtu 09 Jan 2021 14:24 WIB

Malra Jadi Tempat Penampungan Vaksin untuk Tiga Daerah

Kabupaten Maluku Tenggara akan menampung vaksin untuk tiga daerah di Maluku

Kepala Dinas Kesehatan dr. Katrinje Notanubun saat konferensi pers di kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (8/1) menyatakan vaksin saat ini sudah ada di Ambon dan akan disebarkan ke kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai tempat penyimpanan Vaksin bagi Kota Tual dan Kepulauan Aru. Vaksin akan disimpan sambil menunggu izin pakai darurat dari BPOM.
Foto: Pemkab Maluku Tenggara
Kepala Dinas Kesehatan dr. Katrinje Notanubun saat konferensi pers di kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (8/1) menyatakan vaksin saat ini sudah ada di Ambon dan akan disebarkan ke kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai tempat penyimpanan Vaksin bagi Kota Tual dan Kepulauan Aru. Vaksin akan disimpan sambil menunggu izin pakai darurat dari BPOM.

REPUBLIKA.CO.ID, MALUKU TENGGARA -- Kabupaten Maluku Tenggara akan menyiapkan tempat penyimpanan Vaksin Covid-19 untuk tiga daerah yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Pulau-pulau Aru. 

Kepala Dinas Kesehatan dr. Katrinje Notanubun saat konferensi pers di kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (8/1) menyatakan vaksin saat ini sudah ada di Ambon dan akan disebarkan ke kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai tempat penyimpanan Vaksin bagi Kota Tual dan Kepulauan Aru. Vaksin akan disimpan sambil menunggu izin pakai darurat dari BPOM.

Dirinya menyampaikan bahwa mengatakan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara akan menyiapkan 18 puskesmas dan 2 Rumah sakit sebagai aktifitas pelayanan kesehatan, dari 18 puskesmas dan 2 Rumah sakit ini akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan Vaksin.

“Karena itu untuk 18 Puskesmas dan 2 Rumah sakit ini sudah kami siapkan ” pool Cold Chain” tempat penyimpanan Vaksin, karena selama ini juga kami sudah rutin mengerjakan Vaksinasi untuk anak-anak yang imunisasi,” ungkap Kety Notanubun.

Dirinya menjelaskan bahwa Vaksin vaksin tersebut pertama kali disuntik untuk tenaga kesehatan,olenya itu dalam beberapa minggu kedepan 110 orang tenaga kesehatan akan dilatih secara virtual bagaimana cara pengunaanya.

“Untuk 110 tenaga kesehatan akan kami ambil dari 5 orang per puskesmas dan 10 orang per Rumah Sakit yang terdiri dari Dokter, perawat dan Bidan selanjutnya akan dilatih secara virtual  jelas kepala Dinas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement