Jumat 08 Jan 2021 21:43 WIB

3 Orang Jerman Ditangkap Dugaan Danai Jihadis Suriah  

3 orang jerman ditangkap akibat dugaan danai ekstremis Suriah

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
3 orang jerman ditangkap akibat dugaan danai ekstremis Suriah Gerakan ISIS (ilustrasi)
Foto: VOA
3 orang jerman ditangkap akibat dugaan danai ekstremis Suriah Gerakan ISIS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN – Jaksa Federal  Jerman mengatakan tiga orang telah ditangkap di Jerman atas dugaan pembiayaan dan dukungan mereka untuk klompok ekstremis di luar negeri, termasuk menggalang donasi online untuk jihadis Islam Suriah, katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (6/1). 

Petugas Polisi Federal menahan ketiganya pada dini Kamis dengan penangkapan di kota selatan Ulm dan Munich, dan kota utara Delmenhorst.

Baca Juga

Apartemen mereka digeledah, sementara polisi juga menggerebek properti 11 orang lainnya yang diduga membantu ekstremis di luar negeri. 

Ketiga orang yang ditangkap tersebut dituduh mendanai terorisme, mendukung organisasi teroris di luar negeri dan melanggar UU Perdagangan Luar Negeri.

Seorang hakim federal akan memutuskan pada Kamis apakah mereka harus ditempatkan dalam penahanan pra-sidang. 

Jaksa penuntut mengatakan dua pria Jerman, yang diidentifikasi sebagai Tassilo M dan Onder A, bersama dengan seorang wanita Jerman  yang juga memiliki kewarganegaraan Serbia dan Kosovo mendanai kelompok Islam Sunni Tahrir al-Sham (HTS) yang berbasis di Suriah dari seluruh Eropa.

Anggota HTS yang diduga Onder A dikatakan telah membuat halaman penggalangan dana online di Turki, di mana jaksa mengklaim dia mendanai kelompok tersebut dengan mengamankan uang tunai untuk mendapatkan senjata dan mendukung militan di luar negeri.

Pria bernama Tassilo M tersebut diduga telah tiga kali mengirimkan uang kepada Onder A untuk digunakan HTS di Suriah, sedangkan tersangka wanitanya, Valdete M, dituding melakukan dua transaksi pada 2018.

HTS adalah organisasi payung kelompok ekstremis lainnya, yang menurut jaksa memiliki tujuan untuk menggulingkan pemerintah Suriah dengan paksa di negara itu. 

Kelompok itu mendominasi provinsi barat laut Suriah, Idlib, dan memisahkan diri dari Alqaeda pada 2016, yang saat itu dikenal sebagai Front Al-Nusra.

Sumber: https://www.rt.com/news/511808-germany-terrorism-syrian-islamist/ 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement