Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Imran Khan Ungkap 2 Alasan Pakistan Tolak Normalisasi Israel

Jumat 08 Jan 2021 18:33 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

 Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, tegaskan negaranya tolak normalisasi dengan Israel

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, tegaskan negaranya tolak normalisasi dengan Israel

Foto: AP/Rahmat Gul
Perdana Menteri Pakistan tegaskan negaranya tolak normalisasi dengan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyatakan situasi di Palestina sama persis dengan Kashmir yang dikelola India. 

Dia menekankan, negaranya tidak dapat mengakui Israel dan apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina.

Imran Khan mengatakan ada dua alasan mengapa Pakistan tidak bisa mengakui Israel. Dia menjelaskan, situasi di Kashmir persis sama dengan situasi di Palestina. 

Baca Juga

"Jika kita mengakui pengambilalihan wilayah Palestina oleh Israel, maka kita juga harus mengakui apa yang telah dilakukan India di Kashmir, jadi kita benar-benar kehilangan moral," katanya, seperti dilansir di ABNA, Jumat (8/1). 

Alasan kedua, lanjut Khan, dan ini yang jauh lebih penting, yakni terkait perkataan Muhammad Ali Jinnah, pendiri kebijakan Pakistan. 

Jinnah pernah mengatakan bahwa Pakistan tidak bisa mengakui Israel, kecuali ketidakadilan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dihapus.  

Khan juga menyinggung soal Islamofobia di Barat, dengan mengatakan ada pemimpin Barat yang telah memperburuk Islamophobia karena mereka tidak mengerti bagaimana perasaan umat Islam tentang Nabi Muhammad dan Alquran.

Israel dan UEA menandatangani kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat September lalu untuk menormalkan hubungan mereka, sebuah langkah yang diikuti Bahrain dan Sudan dan baru-baru ini Maroko. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA