Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Di Ujung Maut Pasien Covid dengan Dua Komorbid

Sabtu 09 Jan 2021 00:07 WIB

Red: Agung Sasongko

Pasien tengah menjalani perawatan penyembuhan covid-19. Selama jalani perawatan muncul solidaritas dengan pasien lain. Mereka saling membantu dan memberi semangat satu sama lain.

Pasien tengah menjalani perawatan penyembuhan covid-19. Selama jalani perawatan muncul solidaritas dengan pasien lain. Mereka saling membantu dan memberi semangat satu sama lain.

Foto: Tangkapan Layar/Arif Supriyono
Pelan tetapi pasti, kondisi MSW semakin membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arif Supriyono*

Begitu hasil tes PCR menyatakan positif covid-19, Pak Sd dan Ibu MSW mengumumkan hasil itu di grup Whatsapp (WA) masing-masing. Warga RT 07 Pengasinan, Sawangan, Depok pun geger lantaran baru sekitar sepekan pasutri tersebut mengadakan acara lamaran anak perempuannya dan mengundang beberapa tetangga serta saudara. Saya sempat kontak dekat dengan Pak Sd 30 menit sebelum acara lamaran karena diminta mewakili keluarganya untuk memberi sambutan. Saat acara berlangsung, saya juga duduk berdekatan dengan Pak Sd.

Dua hari sebelum acara, istri saya (Tanty Kurniawati) sempat mengeroki MSW (sekitar 54 tahun) yang kala itu mengeluh masuk angin. Bahkan saat acara lamaran, ada tetangga saya yang menyuapi MSW, karena terlalu sibuk serta belum sempat makan dan menyuapi diri sendiri dengan memakai sendok yang sama.

Kami semua lalu tes swab antigen, hasilnya semua negatif covid dan hanya ada satu tetangga yang positif. Belum bisa dipastikan yang positif itu tertular dari siapa karena istrinya juga positif, padahal tidak hadir di hajatan lamaran tersebut.

Beberapa hari setelah itu, MSW dijemput ambulans dan dirawat di RSUD Depok di ruang isolasi. Suaminya tetap menjalani isolasi di rumah. MSW merasa sangat bersedih karena sempat menganggap anak-anaknya (tiga orang dan yang terkecil kelas 10 SMA) tak mau merawatnya. Apalagi, begitu masuk ruang isolasi, kondisinya dirasakan amat mencekam. Di ruang IGD yang sempat dia lewat, kapasitas ruangan bisa dikatakan sesak dan penuh pasien.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA