Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Film dari Kisah Nyata yang Lebih 'Aneh' dari Cerita Fiksi

Kamis 07 Jan 2021 20:02 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Salah satu adegan dalam film The COnjuring 2.

Salah satu adegan dalam film The COnjuring 2.

Foto: Warner Bros Pictures.
Hampir sulit dipercaya bahwa beberapa film ini didasarkan pada kisah nyata.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Baik itu di dunia sihir karya JK Rowling atau dalam petualangan JRR Tolkein yang gemilang, fiksi mempunyai caranya sendiri untuk menjauhkan realitas yang kita kenal. Namun, fiksi tidak selalu terlepas dari kenyataan seperti yang terlihat.

Faktanya, fiksi adalah cerminan terorganisasi dari dunia nyata yang penuh dengan kekacauan dan misteri. Pembuat film sering mencoba terlibat dengan misteri dalam fiksi, dan mencoba mengungkap 'permadani' kompleks realitas mereka melalui cerita. Saat mereka berhasil melakukannya, hampir sulit untuk percaya bahwa cerita tersebut didasarkan pada kisah nyata.

Berikut ini adalah film yang mengaburkan garis antara fiksi dan nyata, dengan memberi gambaran yang jelas tentang dunia yang sulit terlukiskan, seperti dilansir di laman Screen Rant, Kamis (7/1):

1. Lion

Film yang dibintangi Dev Patel dan Nicole Kidman ini adalah kisah nyata yang sangat menggembirakan. Sinema bercerita tentang seorang bocah lelaki bernama Saroo, yang terpisah dari keluarganya dan diadopsi oleh pasangan berkebangsaan Australia.

Bertahun-tahun kemudian, dengan ingatan tentang ibu dan saudara laki-lakinya yang masih mengganggunya, dia menemukan jalan kembali ke desa di India, tempat dia pernah tinggal bersama mereka. Karena melodrama yang berlebihan, Lion membawa kisah yang sensitif dan teguh pada kisah kehidupan nyata tentang menemukan identitas seseorang.

2. The Stanford Prison Experiment

Pada 1971, seorang profesor psikologi, Philip Zimbardo, melakukan eksperimen psikologi sosial untuk memahami efek psikologis dari kekuatan yang dirasakan pada penjaga penjara dan narapidana di bawah mereka. Seperti namanya, percobaan dilakukan di Universitas Stanford di mana para siswanya secara sukarela berperan sebagai tahanan dan penjaga di penjara tiruan.

Yang mengejutkan semua orang, para siswa dengan cepat menerima peran mereka dan para penjaga mulai menjadikan para narapidana pelecehan psikologis. Percobaan dihentikan setelah enam hari. Film eponim yang dibintangi Billy Crudup, Ezra Miller, itu menciptakan kembali peristiwa percobaan, menimbulkan pertanyaan seputar nilai-nilai moral dan disonansi kognitif.

3. The Impossible

Meski sangat mengerikan dengan penggambaran gelombang tsunami yang mematikan, The Impossible belakangan berubah menjadi kisah harapan yang luar biasa. Menceritakan kisah nyata sebuah keluarga Spanyol yang sedang berlibur di Khao Lak, Thailand.

Ketika gelombang setinggi 200 kaki menyapu negara itu, keluarga yang terdiri dari lima orang, María Belón, Enrique Álvarez, dan ketiga putra mereka, hampir kehilangan semua harapan. Ajaibnya, mereka berlima hidup untuk menceritakan kisah luar biasa mereka tentang bertahan hidup dan bersatu kembali.

4. The Conjuring

Rumah berhantu telah menjadi masalah utama sebuah film horor. Namun meski menggunakan kiasan yang lengkap, The Conjuring membuat penonton takut tidak seperti film yang lain. Sinema arahan James Wan ini terus membangun suasana film dan motif kisah nyata dari narasi, yang membawa kehidupan baru ke rumah berhantu.

The Conjuring menjelaskan kisah nyata dari keluarga Perron dan menghantui Enfield. Ed dan Lorraine Warren (diperankan oleh Vera Farmiga dan Patrick Wilson) adalah penyelidik paranormal kehidupan nyata, yang membantu keluarga Perron, ketika mereka mengalami pengalaman paranormal ekstrem di rumah pertanian Rhode Island mereka. Lorraine yang menjadi konsultan dalam film tersebut bahkan membenarkan bahwa kejadian film tersebut tidak dibesar-besarkan.

5. The Ring

Jelas sekali bahwa The Ring tidak didasarkan pada kisah nyata. Namun, dalam eksplorasi cerita rakyat dan rasa takut pada umumnya, ada unsur-unsur tertentu yang memiliki spesifikasi realitas dan itu memprihatinkan. Misalnya, tokoh antagonis utama film tersebut, Samara (Sadako in Ringu), terinspirasi dari orang sungguhan.

Inspirasi di balik karakter tersebut adalah Sadako Takahashi. Sadako dikenal sebagai praktisi nensha (fotografi pikiran), kemampuan yang memungkinkannya memproyeksikan gambar ke dunia luar melalui pikirannya sendiri. Kemampuan Sadako juga dipelajari oleh psikolog Tomokichi Fukurai, yang bahkan menyebutkannya dalam bukunya, Clairvoyance and Thoughtography.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA