Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Bursa New York Galau, Putuskan Perusahaan China akan Dihapus

Kamis 07 Jan 2021 14:58 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Bursa Efek New York (NYSE) kembali melanjutkan rencananya untuk menghapus saham tiga operator milik negara China di bawah perintah eksekutif Presiden Donald Trump.

Bursa Efek New York (NYSE) kembali melanjutkan rencananya untuk menghapus saham tiga operator milik negara China di bawah perintah eksekutif Presiden Donald Trump.

Foto: AP Photo/Mark Lennihan
Setelah sebelumnya akan lakukan delisting, Bursa New Yock mencabut keputusan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Bursa Efek New York (NYSE) kembali melanjutkan rencananya untuk menghapus saham tiga operator milik negara China di bawah perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Kebijakan ini berbalik arah hanya dalam hitungan hari setelah mereka mengatakan tidak akan menghapus perusahaan China dari daftar.

Bursa tersebut mengatakan, perdagangan di tiga perusahaan China akan ditangguhkan per Senin (11/1), seperti dilansir di AP News, Rabu (6/1). Mereka adalah China Telecom Corp Ltd, China Mobile Ltd dan China Unicom Hong Kong Ltd.

Keputusan tersebut merupakan perubahan terbaru dari NYSE mengenai langkahnya untuk menghapus tiga perusahaan China. Keputusan ini sesuai dengan perintah eksekutif Trump yang melarang orang Amerika berinvestasi dalam sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan yang dianggap terkait dengan militer China.

Baca Juga

Awalnya, pada Jumat (1/1), NYSE mengatakan akan menghapus perusahaan dari daftar bursa. Tapi, keputusan itu berubah pada Senin (5/1) karena menilai ada ambiguitas mengenai apakah ketiga perusahaan tersebut masuk dalam kriteria perintah Trump.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA