Kamis 07 Jan 2021 13:53 WIB

Pemkot Surabaya Tanamkan Nilai Antikorupsi ke Siswa SMP

Ketika siswa sudah memasuki dunia kerja maka mereka sudah memiliki jiwa anti-korupsi.

Antikorupsi (Ilustrasi)
Foto: antara
Antikorupsi (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya menanamkan nilai-nilai anti-korupsi pada pelajar yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Surabaya, Jatim. Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto mengatakan kegiatan ini untuk memupuk jiwa antikorupsi dimulai sejak duduk di bangku sekolah.

Menurut dia, sebenarnya korupsi dapat terjadi dari hal-hal kecil yang tanpa disadari seseorang. "Karena itu tadi juga disampaikan pasal-pasal dan undang-undang yang mengatur sehingga diharapkan pelajar akan 'getok tular' untuk saling menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan peduli kepada sekitarnya. Ini akan menjadi 'role mode' di kalangan pelajar," kata dia saat menyampaikan materi antikorupsi di SMPN 1 Surabaya.

Dia mengatakan ketika siswa-siswi itu sudah memasuki dunia kerja maka mereka sudah memiliki bekal jiwa antikorupsi. Dari situlah diharapkan mereka menjauhi tindakan terlarang tersebut.

Selain itu, ia meminta para pelajar berani menyampaikan laporan kepada pihak yang berwenang jika menemukan terjadinya dugaan penyimpangan terhadap aturan hukum, seperti praktik suap, pemerasan, dan penyalahgunaan kewenangan.

"Jadi kita jelaskan perbuatan korupsi di lingkungan sekolah itu, termasuk mencontek, lalu memalaki teman. Kita jelaskan aturan-aturan hukumnya di Indonesia hingga pasal per pasalnya secara detail," katanya.

Di tengah pemaparan materi, Kajari Surabaya ini mendapati banyak pertanyaaan dari para pelajar. Mereka terlihat aktif dan antusias mendengarkan paparan. Bahkan, saat kajari menanyakan cita-cita, serentak dari para pelajar itu unjuk tangan dan menyebutkan keinginannya masing-masing, seperti halnya ada yang mau menjadi dokter, juru masak, hingga polisi.

"Saya melihat anak-anak punya cita-cita luar biasa. Ini berkat bimbingan bapak ibu guru yang ada di sekolah. Oleh sebab itu, kita sama-sama memberikan yang terbaik untuk anak kita semua sehingga tumbuh menjadi manusia yang pintar dan memiliki integritas," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan peserta yang mengikuti pendidikan antikorupsi melalui virtual jumlahnya mencapai ribuan orang. Oleh karena itu, ia ingin ke depan agar kegiatan tersebut dapat rutin digelar setiap satu bulan sekali.

Rencananya, pihaknya memilih tema antikekerasan dengan mendatangkan pihak kepolisian sebagai narasumber pada kegiatan edukatif tersebut bulan depan. "Kita melihat saat demo beberapa waktu lalu, pelajar juga ada yang ikut-ikutan demo. Oleh karenanya kita antisipasi dengan adanya materi ini. Dengan harapan dapat menekan kasus kekerasan dan juga bahaya korupsi," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement