Kamis 07 Jan 2021 09:51 WIB

Sukabumi Lakukan Vaksinasi Tahap Pertama pada 4.000 Warga

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama Sukabumi dilakukan pada 13 Januari mendatang.

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama Sukabumi dilakukan pada 13 Januari mendatang (Foto: ilustrasi)
Foto: Dedhez Anggara/ANTARA
Vaksinasi Covid-19 tahap pertama Sukabumi dilakukan pada 13 Januari mendatang (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Dinas Kesehaan Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan, pada tahap pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan pada sekitar 4.000 orang yang diprioritaskan. Warga yang menjadi prioritas mendapatkan vaksin ini seperti tenaga kesehatan dan petugas penunjang kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih di Sukabumi, Kamis (7/1), mengatakan, sesuai rencana pelaksanaan, vaksinasi Covid-19 dimulai 13 Januari 2021. Pelayanan vaksinasi ini diselenggarakan di 68 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh kecamatan.

Baca Juga

Berbagai persiapan pun terus dilakukan untuk mematangkan pelaksanaan vaksinasi tersebut. Selain itu, sosialisai tentang vaksin, waktu vaksinasi dan lokasi masih digemborkan kepada masyarakat agar, warga paham pentingnya vaksin demi keselamatan bersama. Dari hasil pendataan dan pemantauan pelaksanaan vaksinasi ini sudah bisa dikatakan siap mulai dari teknis pemberian, fasilitas, petugas vaksinasi hingga pengamanan.

"Pendataan penerima vaksin di tahap pertama yakni tenaga kesehatan dan penunjang telah mencapai 80 persen dan diharapkan saat hari pelaksanaan warga yang tedaftar di tahap pertama bisa menjalani vaksinasi," kata Rita.

Rita mengatakan, vaksin yang disediakan pemerintah ini benar-benar sudah teruji dan tentunya aman. Selain itu, vaksin pun diberikan secara gratis oleh pemerintah kepada seluruh warganya. Ia pun mengimbau kepada warga agar tidak cepat percaya apalagi sampai mempercayai berbagai berita negatif tentang vaksin yang disediakan oleh pemerintah ini.

"Vaksin untuk kita dan demi keselamatan semua, diharapkan setelah pelaksanaan vaksinasi ini pandemi bisa segera berakhir," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement