Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Muncul Kasus Covid-19, Unpad Lakukan Pembatasan Aktivitas

Kamis 07 Jan 2021 09:10 WIB

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan pembatasan aktivitas bagi karyawan yang bekerja di kampus pasca ditemukan kasus penyebaran positif Covid-19. Saat ini, 75 persen karyawan melakukan Work From Home (WFH) sedangkan 25 persen bekerja di kampus secara bergiliran atau Work From Office (WFO).

Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan pembatasan aktivitas bagi karyawan yang bekerja di kampus pasca ditemukan kasus penyebaran positif Covid-19. Saat ini, 75 persen karyawan melakukan Work From Home (WFH) sedangkan 25 persen bekerja di kampus secara bergiliran atau Work From Office (WFO).

Foto: istimewa
Rektor Unpad tidak pernah mengintruksikan penutupan kampus atau lockdown

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Universitas Padjajaran (Unpad) melakukan pembatasan aktivitas bagi karyawan yang bekerja di kampus pasca ditemukan kasus penyebaran positif Covid-19. Saat ini, 75 persen karyawan melakukan Work From Home (WFH) sedangkan 25 persen bekerja di kampus secara bergiliran atau Work From Office (WFO).

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi mengatakan Rektor Unpad mengintruksikan agar semua fakultas kembali memberlakukan WFO bagi karyawan dengan melakukan pembatasan dan penjadwalan secara bergiliran. WFO dilakukan sebanyak 25 persen sesuai anjuran protokol kesehatan.

"Adapun ada beberapa fakultas yang mengimbau karyawan untuk WFH beberapa hari, itu adalah inisiatif fakultas masing-masing sebagai tindakan preventif mengantisipasi eskalasi Covid-19, jadi ada penyemprotan dan lain-lain," ujarnya, Kamis (7/1).

Ia menegaskan, Rektor Unpad tidak pernah mengintruksikan penutupan kampus atau bahkan yang disebut lockdown. Namun, hanya dilakukan pembatasan karyawan yang masuk kampus sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Terkait dengan data karyawan yang positif Covid-19, Dandi mengaku belum bisa menjawab hal tersebut sebab tidak memegang data resmi dan masih mengumpulkan data. Ia memastikan karyawan yang positif Covid-19 terpapar diluar kampus."Saya masih mengumpulkan data tapi dapat saya pastikan tidak ada yang terpapar didalam kampus. Beberapa ada yg sakit, namun terkena di luar kampus,dan saya tidak bisa mengkonfimasi apakah semua Covid atau sakit yang lain," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA