Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Wapres Minta Jaminan Harga Kedelai ke Petani

Kamis 07 Jan 2021 05:57 WIB

Rep: fauziah mursid/ Red: Hiru Muhammad

Pekerja memproduksi tempe di Kecamatan Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/1/2021). Produsen tempe tersebut menyatakan usahanya terancam gulung tikar jika bahan baku kedelai tembus Rp1 juta rupiah per karung 50 kg, karena sejak tiga bulan terakhir harga bahan baku kedelai terus naik dari Rp380.000 per karung ukuran 50 kg menjadi Rp500.000 per karung.

Pekerja memproduksi tempe di Kecamatan Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Rabu (6/1/2021). Produsen tempe tersebut menyatakan usahanya terancam gulung tikar jika bahan baku kedelai tembus Rp1 juta rupiah per karung 50 kg, karena sejak tiga bulan terakhir harga bahan baku kedelai terus naik dari Rp380.000 per karung ukuran 50 kg menjadi Rp500.000 per karung.

Foto: ANTARA/Indrayadi TH
Mentan diminta segera menggelar operasi pasar hingga harga kedelai normal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberi jaminan harga kedelai ke para petani. Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menerima Menteri Pertanian di rumah dinas Wapres, Jakarta, Rabu (6/1).

Wapres menilai upaya ini dilakukan agar para petani mau menanam kedelai sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga kedelai di masa mendatang."Perlu ada jaminan harga dari pemerintah terhadap para petani, karena kalau dibiarkan model pasar bebas seperti yang sekarang terjadi, maka siapa pun petani yang mau menanam kedelai," ujar Juru bicaranya, Masduki Baidlowi saat dihubungi terkait pertemuan, Rabu (6/1).

Masduki mengungkap, untuk mengantisipasi lonjakan harga kedelai, Wapres meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar segera menggelar operasi pasar hingga harga kedelai normal. Namun, tak cukup disitu, ia juga menilai perlu ada langkah jangka panjang agar kenaikan kedelai tidak terulang kembali. Terutama, komoditas pangan yang berasal dari luar negeri atau impor.

Wapres meminta, Kementrian Pertanian lebih mengintensifkan penanaman kedelai dalam negeri untuk jangka panjang."Dalam jangka panjangnya, wapres berharap supaya ini tidak terus berulang, bagaimana dalam jangka panjang itu dilakukan upaya- upaya penanaman penanaman kedelai secara lebih intensif," katanya.

Tak hanya itu, Wapres juga akan meminta menteri perdagangan berkoordinasi dengan Kementerian pertanian terkait kebijakan impor kedelai. Sebab, ada keluhan dari Kementerian Pertanian terkait kebijakan impor kedelai.

"Kewenangan untuk melakukan impor kedelai itu tidak ada dalam kewenangan kementan, tapi itu ada di kementerian lain, kalau memang itu hambatannya, yaudah saya (wapres, red) akan melakukan koordinasinya nanti dengan menko ekonominya," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA