Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Ramai Artis Korea Minta Maaf pada Jeong-In, Ini Kisahnya

Rabu 06 Jan 2021 21:32 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Kekerasan terhadap anak (ilustrasi).

Kekerasan terhadap anak (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Ibu angkat Jeong-in didakwa penuntutan atas meninggalnya bayi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kemarahan publik Korea Selatan (Korsel) terus berlanjut atas kematian bayi berusia 16 bulan bernama Jeong-in karena dugaan kekerasan. Banyak selebritas dari Negeri Ginseng membagikan unggahan untuk meningkatkan kesadaran tentang kasus kekerasan anak.

Mereka turut mengungkapkan kemarahan dan kesedihan atas peristiwa memilukan itu. Pada 2 Januari, acara investigasi SBS "Unanswered Questions" menayangkan sebuah episode yang membahas kisah Jeong-in. Dia diadopsi saat berusia sekitar tujuh bulan oleh orang tua angkatnya. Namun, Jeong-in meninggal di ruang gawat darurat rumah sakit pada 13 Oktober 2020, setelah serangan jantung.

Dilansir di Soompi, staf medis menjelaskan bahwa tubuh Jung-in penuh memar dan luka, termasuk perutnya yang penuh darah dari organ yang robek. Menurut laporan autopsi, penyebab kematiannya adalah luka di perut, akibat tekanan dari luar. Tekanan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada pankreas.

Cedera lain, termasuk patah tulang di lengan, tulang selangka, dan kaki. Ibu angkat Jeong-in mengeklaim kematian anaknya itu disebabkan kecelakaan.

Tim medis mencurigai luka-luka itu akibat pelecehan anak, bukan kecelakaan. Kemudian, mereka melaporkan orang tua angkat Jeong-in ke polisi. Saat ini, ibu angkatnya telah didakwa penuntutan atas dugaan pelecehan anak yang mengakibatkan kematian.

Ayah angkatnya telah didakwa atas kecurigaan, termasuk penelantaran. Kemarahan lebih lanjut dipicu setelah terungkap bahwa ada tiga laporan pelecehan anak yang dibuat tentang Jeong-in pada Mei, Juni, dan September, tetapi tidak ada tindakan yang diambil.

Program "Unanswered Questions" dan Asosiasi Pencegahan Pelecehan Anak Korea menyarankan tantangan daring untuk membuat tren frasa "Jeong-in, maafkan saya" di media sosial. Publik mengambil bagian dalam kampanye tersebut hingga frasa itu mencapai nomor satu di portal pencarian utama, sementara beberapa ribu unggahan telah dibagikan di Instagram. Banyak juga yang menulis petisi menyerukan hukuman keras bagi pelaku.

Jimin BTS turut mengunggah kampanye itu di komunitas penggemar di WeVerse pada 3 Januari. Dia berpartisipasi dalam kampanye itu dengan mengunggah "Jung-in, aku minta maaf".

Seventeen berbagi unggahan dengan tagar dan teks, "Kami akan mengubahnya". Shin Ae-ra, yang mengadopsi dua anak perempuan pada 2005 dan 2008 ikut ambil bagian dengan mengunggah di Instagram, "Jeong-in, maafkan saya. Kami akan mengubahnya".

"Orang tua biologis. Orang tua angkat. Orang tua tunggal. Banyak orang menjadi orang tua dengan mudah. Tapi berapa banyak orang yang memenuhi syarat untuk menjadi orang tua," Shin menulis.

Dia berbagi keprihatinannya tentang anak-anak lain seperti Jeong-in yang mengalami hal serupa. "Berapa banyak rasa sakit yang mereka alami. Betapa takutnya mereka. Ini tanggung jawab kami. Ini tanggung jawab saya. Apa yang harus saya lakukan," kata Shin.

Han Hye-jin bergabung dalam kampanye dengan tagar dan menulis bahwa dia tidak dapat mempercayai apa yang dilihat ketika dia menonton "Unanswered Questions". "Bagaimana bisa manusia begitu jahat," kata dia.

Setelah itu, Han Hye-jin mengalami kesulitan tidur karena marah dan sedih atas pelecehan itu. Sepanjang hari, dia menangis membaca artikel tentang Jeong-in.

"Sayang, maafkan saya. Saya sangat menyesal orang dewasa tidak dapat melindungi Anda. Di surga, di tempat tanpa rasa sakit, saya harap Anda makan dan tertawa sepuasnya," ujar Han.

Uhm Jung-hwa mengambil bagian dengan tagar dan mendorong semua orang untuk berpartisipasi. "Orang-orang dengan kejam menganiaya dan membunuh malaikat muda ini, yang hanya pantas mendapatkan cinta. Anak-anak yang tidak bersalah sedang sekarat, bahkan setelah beberapa laporan mengatakan tidak ada bukti," kata Uhm.

Dia mempertanyakan mengapa undang-undang tersebut begitu ringan. Padahal menurut dia, kehidupan anak-anak harus dilindungi dan semua kekerasan harus dicegah.

Lee Min-jung berbagi gambar sketsa dengan tulisan, "Maaf, Jeong-in" yang ditandatangani oleh putranya Jun-ho. "Saya harap Anda sehat dan bahagia di tempat itu. Orang dewasa yang tidak bisa melindungimu minta maaf," tulisnya. Dia memberi keterangan unggahan itu dengan harapan peristiwa serupa tak boleh terjadi lagi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA