Rabu 06 Jan 2021 18:41 WIB

Disdik Tangsel Harap Guru Rancang PJJ Jadi Menyenangkan

Guru diharapkan tidak terlalu fokus pada target kurikulum.

Rep: Eva Rianti/ Red: Yudha Manggala P Putra
Guru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama sekolah.
Foto: Antara/Feny Selly
Guru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tangerang Selatan Taryono mendorong guru merancang pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menyenangkan bagi peserta didik selama pandemi Covid-19. Guru menurutnya tidak perlu terlalu fokus pada target kurikulum.

“Guru-guru harus berinovasi bagaimana memberikan pembelajaran jarak jauhnya, tapi menyenangkan bagi anak-anak. Jangan terlalu fokus pada target kurikulum,” tutur Taryono kepada Republika.co.id, Rabu (6/1/2021).

Taryono menjelaskan, pihaknya memahami kondisi masyarakat saat ini yang mungkin merasa bosan dan mengeluhkan pembelajaran daring. Sebab itu, inovasi para guru menjadi kunci menciptakan PJJ bisa lebih diterima peserta didik.

Di samping itu, lanjutnya, melalui kurikulum darurat, beban dari peserta didik serta orang tua yang mengalami kesulitan dalam memberi pelajaran kepada anak-anaknya di rumah bisa menjadi lebih ringan. “Sekarang ini kan diberlakukan kurikulum darurat, jadi tidak sepenuhnya dilaksanakan Kurikulum 2013, tapi kurikulum darurat dimana hanya materi-materi esensial yang disampaikan di dalam PJJ,” jelasnya.

Taryono menerangkan, seiring dengan masih tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan dan masih berada di zona merah Covid-19, pihaknya melakukan optimalisasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para peserta didik di seluruh wilayah Tangsel. “Iya (prioritas kami) mengoptimalisasi sistem PJJ dalam kondisi seperti ini. Di Tangsel hari ini masih zona merah,” ujar dia.

Di samping memprioritaskan PJJ, Dinas Pendidikan Kota Tangsel juga tengah menyiapkan pembelajaran campuran atau blended learning. “Ke depan ketika memang sudah bisa dilaksanakan PTM (pembelajaran tatap muka), berarti pada saat bersamaan akan dilakukan pembelajaran secara gabungan. Itu harus dilakukan ke depan, makanya memang harus disiapkan semua. Saat ini mah masih enggak mungkin, masih PJJ karena prioritas kesehatan lebih utama,” terangnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement