Kamis 07 Jan 2021 05:26 WIB

Pemkab Garut Belum Putuskan KBM Tatap Muka

Hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai belajar tatap muka

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani
Pegawai sekolah membersihkan ruangan kelas
Foto: FIKRI YUSUF/ANTARA
Pegawai sekolah membersihkan ruangan kelas

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut belum mengambil keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang memberi kewenangan kepada daerah tak serta merta membuat Pemkab Garut memberi izin sekolah menggelar KBM tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian kesiapan sekolah untuk menggelar KBM tatap muka. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai hal itu.

"Nanti dirapatkan dengan Forkopimda. Tanggal 11 (Januari) keputusannya," kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (6/1).

Sebelumnya, ketika dihubungi pada November lalu, Totong mengaku belum dapat memastikan KBM tatap muka di Garut dapat dimulai pada awal Januari tahun depan. Namun, kemungkinan besar KBM tatap muka tak akan dilakukan hingga vaksinasi Covid-19 dilakukan kepada para siswa dan guru.

"Kunci kami itu di vaksin, di imunisasi. Kemungkinan besar kalau sudah divaksin, diimunisasi, baru bisa dilakukan KBM tatap muka," kata dia.

Totong khawatir, jika KBM tatap muka dipaksakan berlangsung pada Januari 2021, justru akan timbul klaster baru di sekolah-sekolah. Sebab, klaster pendidikan di Garut sudah banyak yang muncul dari lingkungan pesantren.  

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, angka kematian akibat Covid-19 di daerah itu menjadi yang paling tinggi di Jawa Barat. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga Selasa (5/1), kasus yang meninggal akibat Covid-19 berjumalah 158 orang, dengan rincian 38 orang suspek, satu orang probable, dan 119 orang terkonfirmasi positif.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan. Sebab, saat ini hanya dengan menerapkan protokol kesehatan masyarakat bisa terhindar dari penularan Covid-19.

“Hari ini angka kematian Covid-19 Kabupaten Garut menduduki peringkat ke satu di Jawa Barat,” kata dia melalui keterangan resmi, Rabu (6/1).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement