Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pangan Laut di Gresik Terancam Mikroplastik

Rabu 06 Jan 2021 13:30 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yudha Manggala P Putra

[Ilustrasi] Dua fragmen mikroplastik biru, kemungkinan berasal dari alat tangkap yang dibuang.

[Ilustrasi] Dua fragmen mikroplastik biru, kemungkinan berasal dari alat tangkap yang dibuang.

Foto: EPA/ALEX HOFFORD
Terdapat tiga bahan berbahaya dalam mikroplastik yang menyebabkan problem reproduksi.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Sebagai wilayah pesisir dan muara sungai Bengawan Solo, Gresik memiliki potensi perikanan luar biasa. Namun saat ini pangan laut di wilayah tersebut terancam terpapar mikroplastik.

Peneliti mikroplastik dari Ecoton, Eka Chlara Budiarti mengatakan, timbunan sampah plastik acap terlihat tak terurus di sepanjang aliran Bengawan Solo. Pada musim hujan, sampah-sampah ini akan terbawa ke muara dan mencemari pesisir utara Gresik. "Jika tak dikendalikan plastik akan terdegradasi menjadi mikroplastik dan mencemari ikan, kerang dan udang, mengancam keamanan pangan laut (seafood) yang dihasilkan Gresik," kata Chlara saat dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (6/1).

Chlara mengatakan, terdapat tiga bahan berbahaya dalam mikroplastik yang menyebabkan problem reproduksi. Lebih tepatnya berupa penurunan kualitas sperma manusia dan menapouse dini. Untuk itu, alumnus Kimia Undip ini menyarankan, masyarakat agar mengurangi konsumsi pangan laut yang terkontaminasi mikroplastik.

Menurut Chlara, pencemaran sampah plastik dan temuan Ecoton adanya mikroplastik akan mengkontaminasi pangan laut dan mengancam kesehatan konsumen. Terlebih, setidaknya 52 persen sampah yang ada di lautan merupakan jenis plastik. Rinciannya, sampah popok bayi 21 persen, tas kresek 16 persen, bungkus plastik lima persen, botol plastik satu persen, dan plastik lainya seperti styrofoam, tali, senar mencapai sembilan persen.

"Dan dampaknya plastik-plastik ini bisa menjadi santapan bagi biota-biota laut yang menganggap plastik sebagai makanan mereka," jelasnya.

Penelitian Trash Control Community (TCC) Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada Juli sampai Agustus lalu mengungkapkan, distribusi mikroplastik dalam ikan dan udang di Bengawan Solo. Ada delapan jenis ikan dan dua jenis udang yang diamati di sepanjang Bengawan Solo dari Sembayat, Legowo, Tajungsari, Sidayu dan Ujungpangkah. Hasilnya menunjukkan semua contoh ikan dan udang terkontaminasi mikroplastik.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA