Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Kisah Utsman bin Affan dan Momen Pergantian Tahun Baru

Rabu 06 Jan 2021 12:28 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Kisah Utsman bin Affan dan Momen Pergantian Tahun Baru. Foto: Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Kisah Utsman bin Affan dan Momen Pergantian Tahun Baru. Foto: Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Foto: Dok Republika.co.id
Utsman bin Affan mengusulkan tonggak sejarah penentuan tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Maksum Mahfoedz menceritakan momen pergantian tahun yang dialami Utsman bin Affan RA. Dalam kisah tersebut terjadi sebuah polemik panas, saat penentuan tahun Islam, di mana sebagian sahabat menghitungnya sejak kelahiran Nabi, dan sebagian lain menghitungnya sejak turunnya wahyu pertama (sejak kerasulan).

“Saat itu, dengan cerdas Utsman RA mengusulkan tonggak sejarah yang ditandai oleh peristiwa Hijrah dan tahunnya menjadi tahun Hijriyah,” ujar Kyai Maksum kepada Republika belum lama ini.

“Filosofi beliau saat itu adalah Al-hijratu farraqat baina al-haqqi wa al-bathil (hijrah itu penanda nyata beda antara yg benar dan haq dengan Yang bathil atau kegelapan),” sambung Waketum saat menceritakan kisah Utsman RA.

Menurut dia, dari kisah ini banyak pelajaran yang dapat dipetik, khususnya dalam momen pergantian 2020, yang suram dan berat, menuju 2021 yang diharapkan dapat membawa cahaya yang mampu mengangkat beban dan kesuraman yang tersisa.

“Yang harus kita ambil pelajarannya di 2020, yang diwarnai oleh kezaliman, syahwat jangka pendek, menghalalkan segala cara, mengikuti pahamnya sendiri, korupsi haknya si miskin, ketidakpedulian, ngeyel dan ngotot semaunya sendiri, dan segala kegelapan, terutama kaitannya dengan ‘double disruptions’, digitalisasi, revolusi industri 4.0 dan aneka perubahan lain, plus pandemi covid-19 yg tidak tahu kapan melandainya dan kapan selesainya,” ujarnya.

“Tahun baru 2021 ini seyogyanya berubah total membangun jalan terang, melalui penguatan rasa saling peduli dalam urusan ekonomi-kesehatan-pendidikan, karena cobaan double disruptions Ini harus diselesaikan bersama secara cerdas,” sambungnya.

Meski hingga kini tidak ada yang tahu pasti kapan masalah tersebut akan tertanggulangi, namun Kyai Maksum mengingatkan bahwa segala cobaan ini adalah pengajaran yang diberikan Allah SWT kepada manusia untuk dapat dipetik pelajaran dibaliknya. “Kita perlu menyadari bahwa cobaan ini tidak tahu kapan berhenti dan hanya tertanggulangi ketika kita saling peduli, sembari senantiasa mendekatkan diri kepada Ilahi Robbi,” kata dia.

“Allah SWT mengajarkan kepada manusia apa yang manusia tidak mengetahuinya. Kesadaran bersama untuk peduli bersama itulah rahasia di balik cobaan ini,” ujarnya menambahkan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA