Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Pembangunan RS Lapangan Kota Bogor Dikebut

Rabu 06 Jan 2021 12:03 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Yudha Manggala P Putra

Petugas kesehatan mencuci tangan dengan sanitizer sebelum menangani pasien di Rumah Sakit Lapangan. Iustrasi

Petugas kesehatan mencuci tangan dengan sanitizer sebelum menangani pasien di Rumah Sakit Lapangan. Iustrasi

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
RS Lapangan Kota Bogor ditargetkan sudah bisa beroperasi pada pekan kedua Januari.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pembangunan fisik rumah sakit lapangan Kota Bogor terus dikebut. Beberapa persiapan juga terus dilakukan agar fasilitas tersebut bisa digunakan pertengahan Januari 2021.

"Insya Allah, pekan kedua bulan Januari ditargetkan sudah bisa beroperasi. Sekarang sedang mengejar persiapan pemasangan lift dan lain-lain," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Rabu (6/1).

Selain pembangunan, persiapan lain termasuk pelatihan tenaga kesehatan (nakes). Pembekalan ini dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Bima mengatakan, insentif untuk para nakes dipastikan ditanggung oleh pemerintah. Semuanya sudah dianggarkan. "Rumah sakit lapangan ini kan mendapatkan bantuan dari satgas nasional. Sekitar Rp 20 miliar," tutur Bima Arya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, pembangunan rumah sakit lapangan saat ini juga sedang tahap persiapan lain. Salah satunya ruangan bersuhu negatif. Sembari berjalan pelatihan penanganan pun dilakukan untuk nakes dan non-nakes yang sudah ada.

RS Lapangan juga akan mendatangkan tenaga ahli dari RSUD setempat. "Kenapa kita perlu bantuan dari RSUD? Karena ada misalnya analisis atau ahli yang di bagian rontgen, kan kita tidak merekrut itu," jelasnya.

Bantuan dari RSUD Kota Bogor itu nantinya akan disusun kembali penjadwalannya. Bisa selama sepekan, atau hanya beberapa hari.

"Karena kita juga memanfaatkan yang ada, tidak semua hasil rekrutmen. Sepanjang dari rumah sakit atau misalnya dari Dinkes, ada tenaga yang bisa diperbantukan walaupun tidak menetap, itu kita lakukan," tegasnya.

Soal insentif, Syarifah menjelaskan, mengikuti peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk rumah sakit lapangan atau darurat. “Untuk insentif nakes, nanti kita lihat, masih belum tahu lagi yang ke depan," sambung Syarifah.

Untuk tunjangan lain-lainnya di tahun ini, Pemkot Bogor juga masih menunggu arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Tapi kalau misalnya pusat tidak ada, kita punya cadangan BTT (Biaya Tak Terduga)," tukasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA