Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

PM Inggris: Lebih dari 1,3 Juta Orang Disuntik Vaksin Covid

Rabu 06 Jan 2021 12:40 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Penghibur asal Inggris Lionel Blair, 92, menerima vaksin Pfizer BioNtech COVID-19 di pusat vaksin NHS yang didirikan di lapangan pacuan kuda di Epsom, Inggris, Rabu 16 Desember 2020.

Penghibur asal Inggris Lionel Blair, 92, menerima vaksin Pfizer BioNtech COVID-19 di pusat vaksin NHS yang didirikan di lapangan pacuan kuda di Epsom, Inggris, Rabu 16 Desember 2020.

Foto: AP/Steve Parsons/PA Pool
Hampir 1.000 lokasi vaksinasi Covid-19 akan siap pada akhir pekan di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Lebih dari 1,3 juta orang di Inggris telah divaksinasi Covid-19, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pada Selasa (5/1). Ia berjanji untuk menerbitkan statistik harian tentang siapa yang menerima suntikan dalam upaya untuk mengakhiri lockdown baru di Inggris.

Johnson telah menetapkan target untuk memvaksinasi orang tua, termasuk penghuni panti jompo, pekerja garis depan atau sekitar lebih dari 13 juta orang pada pertengahan Februari. Jika semuanya berjalan lancar, dia mengatakan Inggris dapat mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan karantina wilayah sejak saat itu.

Baca Juga

Johnson mengatakan lebih dari 1,3 juta orang telah divaksinasi pada Selasa sore. Menurutnya hampir 1.000 lokasi vaksinasi akan siap pada akhir pekan.

"Saya ingin memberi Anda ... transparansi semaksimal mungkin tentang peluncuran vaksin ini," katanya pada konferensi pers. Johnson menjanjikan rincian lebih lanjut pada Kamis, dengan pembaruan harian mulai Senin depan.

Inggris telah menginokulasi warga dengan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech Jerman selama empat pekan terakhir. Pada Senin Inggris juga menjadi negara pertama di dunia yang mulai menyebarkan vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Johnson mengatakan 650 ribu orang yang berusia di atas 80 tahun telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 sejauh ini. Ia memuji "tingkat kekebalan yang signifikan" yang akan mereka miliki dalam dua hingga tiga pekan setelah dosis pertama.

Inggris mengatakan dua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer dapat disebarkan selama 12 pekan. Sementara suntikan AstraZeneca diuji dengan interval yang berbeda di antara dosis vaksin itu.

Pfizer mengatakan tidak ada data yang menunjukkan kemanjuran dosis pertamanya setelah 21 hari. Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan ada "kekhawatiran nyata yang cukup kecil" bahwa strategi itu dapat mengarah pada "mutan yang melarikan diri" dari virus corona, tetapi manfaat kesehatan masyarakat akan lebih besar daripada risikonya.

"Jelas jika kami memiliki vaksin tak terbatas. Kami mungkin akan mengambil pendekatan yang berbeda, tetapi kami tidak melakukannya," kata Whitty.

Dia menyatakan pandangan yang cukup kuat mengenai perlindungan akan lebih dari 50 persen setelah satu dosis. "Adanya manfaat bagi Inggris kami mendukung melakukan ini," ujarnya.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA