Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini

Rabu 06 Jan 2021 09:45 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta. ilustrasi ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta. ilustrasi ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Harga buyback emas Antam naik lebih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas produksi Antam kembali naik hari ini. Emas Antam diperdagangan di harga Rp 981 ribu per gram pada Rabu (6/1), melanjutkan tren kenaikan yang sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Kenaikan harga ini terjadi setelah harga emas di pasar domestik merosot menjelang hari pergantian tahun. Komoditas perak pun naik tipis, Rp 200, menjadi Rp 13.200 per gram. 

Naiknya harga emas di pasar dalam negeri, sejalan dengan lonjakan cukup tinggi di pasar dunia. Sejak pekan lalu, harga emas dunia tembus angka psikologis, 1.900 dolar AS per troi ons. Dikutip Reuters, harga emas dunia pada Selasa (5/1) sore kemarin naik menjadi 1.943,13 dolar AS per troi ons. 

Baca Juga

Sementara emas berjangka dijual di harga 1.944,11 dolar AS per troi ons. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak November 2020 lalu.

Harga emas di Indonesia memang banyak dipengaruhi pergerakan harga emas dunia, yang juga mudah terpengaruh sentimen ekonomi.  

Kenaikan harga emas di pasar dunia banyak dipengaruhi oleh naiknya kembali angka infeksi virus corona di banyak negara. Selain itu, sentimen terhadap pelaksanaan pemilihan putaran kedua senat AS membuat investor menyeret kurs dolar AS melemah. 

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 saja, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA