Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Gagal Jantung pada Anak Jadi Komplikasi Covid-19

Selasa 05 Jan 2021 23:07 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Reiny Dwinanda

Anak memakai masker (Ilustrasi). Sejak pandemi merebak, bermunculan kasus anak positif Covid-19 yang mengalami gagal jantung.

Anak memakai masker (Ilustrasi). Sejak pandemi merebak, bermunculan kasus anak positif Covid-19 yang mengalami gagal jantung.

Foto: AP/Andy Wong
Kasus gagal jantung tampak pada sebagian kecil anak positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kasus gagal jantung yang disebabkan oleh sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) terkait Covid-19 mengintai anak-anak sejak pandemi merebak. Menurut data American Academy of Pediatrics, sekitar 1.200 kasus MIS-C ditemukan di Amerika Serikat dengan 20 kematian.

Adam Millar masih berusia 18 tahun ketika mulai mengalami flu yang tidak kunjung sembuh. Saat itu pertengahan musim dingin, sehingga Millar tidak begitu memerhatikan flunya.

Baca Juga

Millar juga terus menepis bahwa flu tersebut merupakan gejala dari penyakit Covid-19. Setelah dua atau tiga bulan. Millar baru menyadari bahwa batuk, kelelahan, dan flu yang semakin parah.

"Saya bahkan tidak punya tenaga untuk berdiri, untuk menyikat gigi," katanya, dilansir USA Today, Sabtu (2/12)

Millar kemudian mengetahui dirinya terkena gagal jantung yang disebabkan oleh miokarditis, radang otot jantung. Sebuah penyakit yang umumnya menyerang orang tua akibat penurunan fungsi jantung selama bertahun-tahun.

Sejak awal pandemi, sebagian kecil anak muda yang terinfeksi Covid-19 telah mengembangkan gagal jantung. "Anak-anak yang tertular Covid-19 lebih dari 1 juta telah terinfeksi di AS sejak pandemi dimulai," kata laporan itu.

Musim panas ini, dokter di New York melaporkan seorang anak laki-laki berusia dua bulan didiagnosis dengan Covid-19 kemudian menderita gagal jantung, menandakan komplikasi Covid-19 lainnya untuk anak-anak. Menurut para dokter melaporkan dalam Journal of the American College of Cardiology, anak laki-laki itu tersedak, kemudian membiru, meskipun sebelumnya tidak ada demam, batuk atau tanda-tanda infeksi lainnya.

"Bayi itu merupakan kasus miokarditis termuda yang diketahui yang disebabkan oleh Covid-19," kata Dr. Madhu Sharma kepada MedPage Today.

Sharma adalah seorang dokter di Rumah Sakit Anak di Montefiore di New York City. Dia berkontribusi pada laporan kasus tersebut.

Itu bukan kasus miokarditis pertama pada orang muda yang sebelumnya terinfeksi Covid-19. Sebanyak 26 atlet dari Ohio State University (OSU) terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani tes jantung dengan sedikit dan tanpa gejala.

Hampir 50 persen menunjukkan kelainan jantung. Sebanyak 15 persen memenuhi kriteria miokarditis, menurut sebuah penelitian dari OSU pada bulan September.

Menurut Dr. Gary Stapleton, ahli jantung intervensi pediatrik di Rumah Sakit Anak Texas, akar gagal jantung yang disebabkan oleh Covid-19 berasal dari sindrom inflamasi multisistem (MIS-C). Ini menjadi berita utama pada 2020 ketika sejumlah kecil anak-anak dengan Covid-19 mulai menunjukkan peradangan di jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata atau organ pencernaan mereka. Kondisi ini umumnya merespons pengobatan dengan baik.

"Meskipun kadang-kadang peradangan jantung dalam kasus ini ringan, kondisinya bisa sangat parah di mana mereka membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif (ICU) dan banyak obat-obatan dan dukungan," kata Stapleton.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA