Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Netanyahu Didakwa Tiga Kasus Korupsi

Selasa 05 Jan 2021 21:46 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Foto: EPA-EFE/AMIR COHEN
Netanyahu meminta media untuk memberitakan hal yang menguntungkan dirinya

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Jaksa penuntut Israel merilis dakwaan terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Ahad (3/1) lalu waktu setempat. Dakwaan tersebut merinci sejumlah kasus termasuk permintaan Netanyahu untuk liputan media yang menguntungkan dirinya dari pemilik perusahaan telekomunikasi besar negara itu.

Seperti dilansir laman Middle East Monitor, Selasa (5/1), Netanyahu telah didakwa melakukan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan menerima suap dalam tiga kasus korupsi terpisah. Pertama, kasus 1.000 melibatkan tuduhan bahwa PM dan istrinya menerima hadiah ilegal dari penguasa.

Kemudian kasus 2.000 menuduh Netanyahu mencoba membeli liputan surat kabar yang menguntungkan. Sementara ada kasus 3.000, yang juga dikenal sebagai "skandal kapal selam", akan menyaksikan Israel membeli kapal angkatan laut dan kapal selam dari sebuah perusahaan Jerman dengan jutaan syikal yang diduga disingkirkan dari bagian atas kesepakatan untuk keuntungan pribadi. Hingga pada kasus 4.000, di mana seorang rekan dekat Netanyahu dicurigai memberikan informasi rahasia kepada perusahaan telekomunikasi terbesar Israel.

Menurut Ynet News, salah satu kasus ini menuduh Netanyahu mempromosikan peraturan bernilai ratusan juta dolar kepada pemilik perusahaan telekomunikasi Bezeq, Shaul Elovitch dengan imbalan liputan positif di situs berita Walla yang populer. Menanggapi panggilan dari pengacara Netanyahu untuk mendapatkan rincian lebih lanjut, jaksa mengeluarkan surat pada Ahad (3/1) lalu yang menyatakan bahwa ada 315 insiden Walla yang diminta untuk membuat liputannya lebih menguntungkan bagi Netanyahu dan keluarganya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA