Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Asosiasi Medis Sri Lanka Dukung Penguburan Muslim Covid-19

Selasa 05 Jan 2021 21:28 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Asosiasi Medis Sri Lanka Dukung Penguburan Muslim Covid-19. Orang-orang menjalani tes usap COVID-19 di luar masjid di tengah pandemi virus korona di Kolombo, Sri Lanka, 21 Desember 2020. Sri Lanka berada di tengah gelombang baru Covid-19 dan jumlah kasus meningkat dari hari ke hari.

Asosiasi Medis Sri Lanka Dukung Penguburan Muslim Covid-19. Orang-orang menjalani tes usap COVID-19 di luar masjid di tengah pandemi virus korona di Kolombo, Sri Lanka, 21 Desember 2020. Sri Lanka berada di tengah gelombang baru Covid-19 dan jumlah kasus meningkat dari hari ke hari.

Foto: EPA-EFE/CHAMILA KARUNARATHNE
Sri Lanka mewajibkan semua jenazah Covid-19 dikremasi, termasuk Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Asosiasi Medis Sri Lanka (SLMA) menyimpulkan penguburan jenazah Covid-19 dapat diizinkan di Sri Lanka. Hal ini menyusul aksi protes dari internasional dan domestik untuk membela kebebasan Muslim.

Sebelumnya, Sri Lanka mewajibkan semua jenazah Covid-19 dikremasi, termasuk Muslim. Dalam pernyataannya, mereka mencatat kebijakan kejam pemerintah dan mengklaim orang-orang pada umumnya enggan bekerja mengikuti prosedur pengendalian Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut SLMA, itu telah membuat banyak orang menghindari untuk mencari bantuan medis dan menyebabkan peningkatan jumlah kematian di rumah. Lebih dari 190 negara telah mengizinkan pemakaman Muslim, termasuk Myanmar. Sri Lanka tetap menjadi salah satu negara yang menolak upacara penguburan Muslim.

Baca Juga

Reaksi internasional dan dalam negeri

Dilansir Tamil Guardian, Selasa (5/1), menanggapi kebijakan kremasi paksa Sri Lanka yang dilaksanakan pada 11 April, sejumlah kekuatan internasional menyatakan keprihatinannya atas hak-hak beragama di Sri Lanka, termasuk Inggris. Dewan Muslim Inggris mengancam akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk mengakhiri kebijakan kejam Sri Lanka.

Di seluruh Timur Laut, suku Tamil dan Muslim memprotes kebijakan dan menuntut pemerintah agar mengubah serta mematuhi pedoman yang diberikan oleh pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO telah menyatakan mengubur jenazah Covid-19 aman.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA