Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Lelang SUN Perdana Tahun Ini Capai Rp 97,16 Triliun

Selasa 05 Jan 2021 17:30 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Surat berharga negara

Surat berharga negara

Foto: Tim infografis Republika
Demand investor untuk lelang kali ini terlihat cukup solid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penawaran hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana yang pertama di tahun ini mencapai Rp 97,16 triliun dengan bids to cover ratio sebesar 2,3 kali. Dibandingkan dengan incoming bids pada lelang SUN pertama pada 2020, terdapat kenaikan demand sebesar 19,2 persen.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan memberikan catatan positif terhadap penawaran yang dilakukan pada Selasa (5/1) tersebut. "Demand investor untuk lelang kali ini terlihat cukup solid tercermin dari bids yang masuk," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa.

Deni menilai, fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark baru dengan tenor 15 dan 30 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 48,9 persen dari total, di mana tenor 15 tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp 31,4 triliun.

Komposisi investor asing yang berpartisipasi pada lelang hari ini pun meningkat, yaitu sebesar 11,5 persen dari total bids. Partisipasi asing ini naik signifikan apabila dibandingkan dengan komposisi asing pada lelang SUN terakhir pada Desember 2020 yang mencapai 5,9 persen.

Yield tertinggi yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini (cut off rate) tercatat lebih rendah apabila dibandingkan dengan cut off rate pada lelang terakhir tahun 2020. Penurunan terbesar terdapat pada tenor 20 tahun yang mencapai 37 bps.

Dari keseluruhan penawaran yang masuk, pemerintah memutuskan memenangkan permintaan sebesar Rp 41 triliun. Keputusan itu dengan mempertimbangkan yield /imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, termasuk untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2021, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada 19 Januari 2021. "Pemerintah optimistis kondisi pasar akan tetap kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN," kata Deni.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA