Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

OJK: Imbal Hasil SBN Turun Jadi Kebangkitan Pasar Modal

Selasa 05 Jan 2021 15:25 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat surat berharga negara (SBN) mengalami penguatan dengan imbal hasil turun 105 basis poin secara year to date (ytd). Hal ini menandakan pasar SBN menjadi momentum kebangkitan pasar modal pada tahun ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat surat berharga negara (SBN) mengalami penguatan dengan imbal hasil turun 105 basis poin secara year to date (ytd). Hal ini menandakan pasar SBN menjadi momentum kebangkitan pasar modal pada tahun ini.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
SBN satu tahun berada pada level 3,64 persen atau terendah sepanjang sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat surat berharga negara (SBN) mengalami penguatan dengan imbal hasil turun 105 basis poin secara year to date (ytd). Hal ini menandakan pasar SBN menjadi momentum kebangkitan pasar modal pada tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan SBN satu tahun berada pada level 3,64 persen atau terendah sepanjang sejarah. "Yield SBN satu tahun turun terendah sepanjang sejarah 3,64 persen. Ini adalah momentum bangkitnya pasar modal," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/1).

Menurutnya kebangkitan pasar modal juga tercermin dari peningkatan transaksi investor sebesar 73 persen dari 2019, transaksi investor ritel yang meningkat empat kali lipat dan merupakan tertinggi di Asean. Adapun jumlah investor pasar modal naik 56 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 3,88 juta investor, didominasi oleh investor domestik yang berumur di bawah 30 tahun (kaum investor milenial) yang tercatat mencapai 54,79 persen dari total investor.

Wimboh juga menyebutkan, antusiasme kalangan korporasi untuk menggalang dana melalui penawaran umum masih terjaga pada masa pandemi. 

"Terdapat 53 emiten baru dengan 51 perusahaan tercatat di bursa, merupakan tertinggi di Asean, dengan nilai penghimpunan dana sebesar Rp 118,7 triliun," katanya.

Indonesia juga memperoleh pengakuan global sebagai The Best Islamic Capital Market 2020 dan Global Islamic Finance Awards, didukung Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024. 

"Pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 gratis kepada masyarakat dan berbagai stimulus perekonomian termasuk insentif pajak bagi para pengusaha, dengan kebijakan tersebut menambah kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA