Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Apakah Ikhlas Berarti Merelakan?

Selasa 05 Jan 2021 14:48 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Muhammad Hafil

Apakah Ikhlas Berarti Merelakan?. Foto:   Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)

Apakah Ikhlas Berarti Merelakan?. Foto: Berbuat ikhlas agar umat Islam tidak menjadi umat penyembah berhala. (ilustrasi)

Foto: www.moslemsubang.wordpress.com
Banyak yang mengartikan ikhlas dengan kerelaan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Kerap kali orang-orang menggunkan kata ikhlas dalam konteks merelakan seseorang atau sesuatu yang telah menimpanya. Misal, saat kepergian orang yang disayangi, mereka akan mengatakan “Tidak apa-apa, saya sudah ikhlas, sudah rela.” Namun, apakah arti sebenarnya ikhlas adalah merelakan?

Pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ), Prof. M. Quraish Shihab mengatakan ikhlas terambil dari kata khalis yang diterjemahkan bersih. Bersih yang dimaksud adalah sesuatu yang didahului oleh sesuatu yang kotor atau tidak sesuai dengan substansinya.

Baca Juga

“Misal, ada gelas diisi air murni. Air ini kalau tidak tercampur dengan yang lain dalam bahasa Arab, bahasa agama dinamakan shofi yang artinya suci. Tapi kalau sudah tercampur dengan yang lain, dia sudah tidak suci. Makanya untuk menyucikan lagi apa yang tercampur tadi harus dikeluarkan dari kotoran.

Upayanya untuk membersihkan itu yang dinamakan ikhlas,” kata Quraish Shihab dalam video bertajuk Ikhlas Berbeda dengan Merelakan di kanal Youtube Najwa Shihab.  

Lebih lanjut dia mengatakan, setiap orang mempunyai hal-hal di dalam hati yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Hal-hal itu yang harus dibersihkan. Quraish mencontohkan dengan praktik shalat.

Shalat bisa menjadi ikhlas dan bisa menjadi tidak. Jika seseorang melakukan shalat agar orang tahu, itu disebut riya.
Ikhlas memang sangat sulit dilakukan. Sebab, kata dia ikhlas lawannya bisa terjadi sebelum, sesaat, atau sesudah amal.

“Contohnya saya sudah ikhlas mau shalat, saat sudah takbir, saya niat baca Al-fatiha dan Al-Ikhlas. Tiba-tiba saat shalat mendengar ada orang yang bunyikan bel. Timbul perasaan karena tidak mau didengar baca surat pendek, akhirnya baca Al-Baqarah yang panjang. Apakah itu ikhlas? Tidak,” ujar dia.

Ada ungkapan, semua manusia akan binasa kecuali mereka yang beramal. Semua yang beramal akan binasa kecuali mereka yang ikhlas. Mereka yang ikhlas bahkan bisa terancam binasa karena mereka tidak tahu apakah keikhlasannya dinilai Tuhan sudah ikhlas atau belum.

“Karena lawan dari ikhlas itu riya, berjalan pada jiwa manusia seperti berjalannya semut hitam di batu yang halus di tengah gelapnya malam, tidak terasa dan tidak terlihat makanya menjadi sangat sulit,” ucap dia.

Terkait ikhlas yang banyak orang mengartikannya sebagai merelakan, kata Quraish itu bukan dalam pengertian agama. Dalam agama, ikhlas adalah menyucikan. Menyucikan sesuatu yang tercampur dan dilarang oleh Tuhan dalam hati manusia.

“Jadi, kita mohon bantuan Allah agar keikhlasan kita diterima oleh-Nya. Ikhlas adalah rahasia antara hamba dengan Tuhan,” kata dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA