Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Iran Sita Kapal Tanker Korea Selatan

Selasa 05 Jan 2021 09:49 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

 Kapal Iran (ilustrasi).

Kapal Iran (ilustrasi).

Foto: AP
Kapal itu disita diduga karena mencemari Teluk dengan bahan kimia.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Teluk dan menahan awaknya. Seoul pun mengonfirmasi penyitaan sebuah kapal tanker kimia Korea Selatan oleh otoritas Iran di perairan Oman dan menuntut pembebasan segera.

Laporan media Iran pada Senin (4/1) mengatakan, angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran menangkap kapal tersebut karena mencemari Teluk dengan bahan kimia. "Menurut laporan awal oleh pejabat lokal, ini murni masalah teknis dan kapal dibawa ke pantai karena mencemari laut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.

Kantor berita semi-resmi pemerintah Iran, Tasnim menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan speedboat Korps Garda Revolusi Iran mengawal kapal tanker HANKUK CHEMI. Kapal ini disebut membawa 7.200 ton etanol.  TV pemerintah Iran mengatakan, kapal tanker itu ditahan di kota pelabuhan Bandar Abbas

Anggota awak kapal yang ditahan termasuk warga negara Korea Selatan, Indonesia, Vietnam dan Myanmar. Stasiun. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan, kapal itu memiliki 20 anggota awak.

Juru bicara Armada Kelima Angkatan Laut AS yang berbasis di Bahrain, Rebecca Rebarich, mengatakan, pasukan mereka mengetahui insiden itu dan sedang memantau situasinya. Departemen Luar Negeri AS meminta Iran untuk segera melepaskan kapal tanker itu.

"Rezim terus mengancam hak navigasi dan kebebasan di Teluk Persia sebagai bagian dari upaya yang jelas untuk memeras masyarakat internasional agar mengurangi tekanan sanksi," kata seorang perwakilan Departemen Luar Negeri.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA