Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Menteri Luar Negeri Saudi Terima Dosis Pertama Vaksin Covid

Selasa 05 Jan 2021 09:37 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Luar Negeri Saudi Terima Dosis Pertama Vaksin Covid. Foto: Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Menteri Luar Negeri Saudi Terima Dosis Pertama Vaksin Covid. Foto: Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Penerima dosis pertama vaksin covid-19 menteri luar negeri Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menerima dosis pertama vaksin Covid-19, Ahad (3/1). Jubeir berterima kasih kepada kepemimpinan Arab Saudi karena menjadikan kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas utama di negara itu.

Dilansir di Arab News, Selasa (5/1), dia juga berterima kasih kepada beberapa pihak yang bekerja di bidang medis, atas upaya mereka di tengah pandemi virus Covid-19.

Sebelumnya, diberitakan Arab Saudi akan menerima tiga juta dosis vaksin Pfizer Covid-19 pada akhir Mei 2021. Menurut laporan TV media lokal Al Arabiya, Pfizer juga akan memasok Arab Saudi dengan satu juta dosis vaksin pada akhir Februari 2021.

Mengutip ucapan seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Saudi, media tersebut melaporkan jika Kerajaan akan menyetujui kehadiran vaksin lain, setelah melakukan tes yang diperlukan.

Awal bulan Desember lalu, Otoritas Makanan dan Obat Saudi memberikan persetujuannya untuk mendaftarkan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 di Kerajaan. Izin ini diberikan setelah dilakukan sejumlah tinjauan komprehensif.

Aspek tinjauan yang dimaksud termasuk di dalamnya mengevaluasi kemanjuran vaksin dan data keamanan yang diilustrasikan dalam uji klinis serta studi.

Otoritas juga melakukan verifikasi kualitas vaksin dengan meninjau data ilmiah yang menunjukkan kualitas pembuatan dan keandalan produk. Selain itu, mereka juga memverifikasi tahapan pembuatan dan komitmen produsen untuk menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) internasional mengikuti standar dalam industri farmasi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA