Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Sulsel Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Karantina Covid-19

Ahad 03 Jan 2021 23:17 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah anak bermain di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/12/2020). Objek wisata pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal tersebut ditutup untuk pengunjung hingga 3 Januari 2021 sebagai upaya menekan angka penularan COVID-19 yang masih tinggi di daerah itu.

Sejumlah anak bermain di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/12/2020). Objek wisata pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan saat libur Natal tersebut ditutup untuk pengunjung hingga 3 Januari 2021 sebagai upaya menekan angka penularan COVID-19 yang masih tinggi di daerah itu.

Foto: ARNAS PADDA/ANTARA
Pemeriksaan spesimen Covid-19 di Sulsel ditingkatkan hingga dua kali lipat

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menambah kapasitas tempat tidur isolasi rumah sakit serta hotel karantina termasuk di kabupaten/kota untuk mengantisipasi lonjakan dan puncak kasus Covid-19 di provinsi itu.

Hal tersebut terungkap pada pertemuan konsolidasi antara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama dinas kesehatan dan pihak rumah sakit untuk membahas ruang isolasi, Duta Covid-19 serta langkah-langkah pencegahan lainnya dalam rangka mengantisipasi peningkatan pasien Covid-19 di Makassar, Ahad (3/1).

Nurdin Abdullah mengemukakan pemeriksaan spesimen Covid-19 ditingkatkan hingga dua kali lipat, ini disertai perkembangan kasus yang juga meningkat secara sangat signifikan.

"Tentu yang pertama, kami ingin mendengar sejauh mana kesiapan kita menghadapi kondisi ini, terutama urusan rumah sakit yang menjadi penyangga utama maupun rumah sakit penyangga lainnya," kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Nurdin mengemukakan strategi awal Pemprov Sulsel pada pasien Covid-19 yakni pemisahanan penanganan antara pasien komorbid atau yang memiliki penyakit penyerta dan pasien tanpa gejala atau OTG.

"Oleh karena itu, kami dari awal Covid-19 sudah membagi perawatan. OTG kita rawat di Wisata Covid-19 dan pasien komorbid kita masukkan ke rumah sakit," urai Nurdin.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA