Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Negara Bagian di Australia Kembali Terapkan Larangan Masuk

Ahad 03 Jan 2021 18:16 WIB

Rep: lintar satria zulfikar/ Red: Hiru Muhammad

 Profesional perawatan kesehatan menguji anggota masyarakat untuk COVID-19 di klinik pengujian drive-through Rumah Sakit St.Vincent di Bondi Beach, Sydney, Australia, 20 Desember 2020. Menurut laporan media, pantai utara Sydney diisolasi setelah cluster COVID-19 terdeteksi.

Profesional perawatan kesehatan menguji anggota masyarakat untuk COVID-19 di klinik pengujian drive-through Rumah Sakit St.Vincent di Bondi Beach, Sydney, Australia, 20 Desember 2020. Menurut laporan media, pantai utara Sydney diisolasi setelah cluster COVID-19 terdeteksi.

Foto: EPA-EFE/DEAN LEWINS
Masker wajib dipakai di pusat perbelanjaan, transportasi publik, dan tempat ibadah

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY--Semakin banyak negara bagian dan teritori Australia yang menerapkan kembali peraturan pembatasan sosial. Pasalnya negara bagian New South Wales dan Victoria kembali diterpa gelombang wabah virus korona.

Teritori Ibukota Australia sudah ditutup bagi non-residen yang pernah mengunjungi pantai-pantai sebelah utara Sydney, pusat wabah terbaru. Mereka yang dari Sydney dan sekitarnya (Greater Sydney )serta pusat-pusat wabah yang lebih kecil juga dilarang masuk. Kecuali bila mereka memenuhi syarat.

Pulau Tasmania melarang semua orang yang terhubung langsung dengan kasus-kasus infeksi di Victoria. Orang-orang yang berasal dari lokasi di mana kasus infeksi di negara bagian itu terjadi.

Langkah ini diikuti dengan pengumuman Tasmania yang menyatakan Greater Sydney dan Wollongong yang terletak di selatan Sydney masuk ke zona resiko sedang. Warga yang berasal dari sana wajib melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Sementara mereka yang berasal dari pantai-pantai utara Sydney dilarang masuk sama sekali.

Ahad (2/12) kemarin Victoria melaporkan tiga kasus baru di masyarakat. Lebih sedikit dibandingkan Sabtu (1/1) yang sebanyak 10 kasus. Jumlah kasus infeksi Victoria beberapa hari terakhir menjadi 21 kasus, semuanya terhubung dengan wabah di  New South Wales.

Kini Victoria sudah menutup perbatasan mereka pada pengunjung dari New South Wales. Ahad kemarin New South Wales mengumumkan delapan kasus infeksi. Saat ini ada sekitar 161 kasus aktif di negara bagian itu, sebagian besar terjadi di pantai-pantai utara Sydney. Sementara 13 lainnya terjadi di toko minuman keras yang tidak ada hubungannya dengan klaster pantai.

Berita New South Wales menghadapi dua klaster yang terpisah di Sydney ini muncul satu hari setelah peraturan yang mewajibkan seluruh warga di Greater Sydney memakai masker diberlakukan. Masker wajib dipakai di pusat-pusat perbelanjaan, transportasi publik, tempat ibadah, dan salon. Masyarakat juga wajib memakai masker di venue-venue hiburan seperti bioskop. Semua pegawai bisnis jasa hiburan juga wajib memakai masker. 

 

sumber : ap
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA