Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Iran Ancam Balaskan Dendam Pembunuhan Soleimani di AS

Ahad 03 Jan 2021 16:49 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang anggota Pasukan Mobilisasi Populer Syiah Irak di lokasi serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal Iran Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil pemimpin milisi Pasukan Mobilisasi Populer di jalan utama Bandara internasional Baghdad di Baghdad, Irak , 02 Januari 2021. Ratusan pendukung Pasukan Mobilisasi Populer Syiah Irak berkumpul di lokasi serangan pesawat tak berawak AS pada peringatan pertama pembunuhan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan Qasem Soleimani, kepala Revolusi Islam Iran Pasukan Quds elit Korps Pengawal, dan delapan lainnya di bandara internasional Baghdad pada 03 Januari 2020.

Seorang anggota Pasukan Mobilisasi Populer Syiah Irak di lokasi serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal Iran Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil pemimpin milisi Pasukan Mobilisasi Populer di jalan utama Bandara internasional Baghdad di Baghdad, Irak , 02 Januari 2021. Ratusan pendukung Pasukan Mobilisasi Populer Syiah Irak berkumpul di lokasi serangan pesawat tak berawak AS pada peringatan pertama pembunuhan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis dan Qasem Soleimani, kepala Revolusi Islam Iran Pasukan Quds elit Korps Pengawal, dan delapan lainnya di bandara internasional Baghdad pada 03 Januari 2020.

Foto: EPA-EFE/MURTAJA LATEEF
Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani dibunuh oleh AS pada 3 Januari 2020

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran Esmail Ghaani mengancam akan membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani 'di tanah Amerika Serikat sendiri'. Pernyataan itu disampaikan dalam acara di University of Tehran Jumat (1/1) lalu.

Acara tersebut untuk mengenang satu tahun pembunuhan Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani pada 3 Januari 2020 lalu. Acara yang dihadiri banyak orang itu akan digelar selama satu pekan lamanya.

Baca Juga

"Syuhada Soleimani dibunuh orang laki-laki paling brutal di dunia," kata Ghaani seperti dikutip Middle East Monitor, Sabtu (2/1) lalu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA