Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Kesepian Berpengaruh Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Sabtu 02 Jan 2021 22:31 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Perasaan kesepian tak hanya menjadi masalah bagi orang yang sudah berusia lanjut (Foto: ilustrasi)

Perasaan kesepian tak hanya menjadi masalah bagi orang yang sudah berusia lanjut (Foto: ilustrasi)

Foto: pixabay
Perasaan kesepian tak hanya menjadi masalah bagi orang yang sudah berusia lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak bisa dipungkiri bahwa karantina selama pandemi bisa memicu seseorang merasa kesepian. Hal ini wajar terjadi karena adanya pembatasan sosial sehingga bisa memicu rasa kesepian pada seseorang.

"Selama beberapa bulan terakhir, masalah ini telah memburuk akibat lockdown dengan pembatasan kontak sosial," ujar pensiunan dokter dan seorang trustee di Linking Lives UK Ashley Liston, seperti dilansir CountryLiving, Sabtu (2/1).

Liston mengatakan, perasaan kesepian ini tak hanya menjadi masalah bagi orang-orang yang sudah berusia lanjut. Banyak pula generasi muda yang mengalami perasaan kesepian jangka panjang atau kronis.

Kesepian kronis dapat dipicu oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah tinggal sendirian untuk pertama kali, putus hubungan atau perceraian, bekerja dari rumah, pindah ke kota baru, serta berganti pekerjaan atau sekolah.

Rasa kesepian tak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental, tetapi juga fisik. Berikut ini adalah beberapa gejala fisik dan mental yang disebabkan oleh rasa kesepian.

Kecemasan Sosial
Orang-orang yang kesepian cenderung lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan, khususnya kecemasan sosial. Kondisi ini dapat membuat orang yang mengalaminya memiliki risiko lebih besar terhadap penurunan kognitif dan demensia menurut Head of Innovation, Policy and Research Campaign to End Loneliness Dr Kalpa Kharicha.

Baca Juga

Tekanan Darah Tinggi
Stres yang muncul akibat perasaan kesepian dapat membuat kadar storid alami di dalam tubuh menjadi lebih tingi. Kadar steroid alami yang lebih tinggi dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar kolesterol. Kedua faktor ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Diperkirakan ornag-orang yang hidup dengan perasaan kesepian memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 50 persen.

Kesulitan Tidur
Gejala fisik yang juga mungkin dipicu oleh perasaan kesepian adalah insomnia, tidur yang terganggu, atau masalah tidur lain. Di sisi lain, tidur terlalu banyak juga dapat menjadi tanda dari perasaan kesepian. Tak sedikit orang yang merasa sedih atau kesepian menjadikan tidur sebagai cara untuk menghadapi perasaan tersebut.

Kehilangan Rasa Percaya Diri
Seiring berjalannya waktu, perasaan kesepian dapat mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Ketika hal ini terjadi, orang tersebut cenderung akan menarik diri dari orang lain dan kemudian menghindari berbagai situasi yang mungkin membantu mereka mengurangi perasaan kesepian tersebut.

Makan Tak Sehat dan Kehilangan Keinginan Olahraga
Orang-orang yang merasa kesepian cenderung tidak begitu peduli mengenai pola makan yang sehat. Tak jarang pula motivasi atau keinginan untuk berolahraga ikut memudar. Orang-orang dengan perasaan kesepian akan cenderung menerapkan pola hidup yang berdampak kurang baik bagi kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA