Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Jangan Remehkan Gizi pada Bayam

Sabtu 02 Jan 2021 22:11 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Di balik rasanya yang biasa saja, kandungan gizi di dalam bayam cukup tinggi (Foto: ilustrasi bayam)

Di balik rasanya yang biasa saja, kandungan gizi di dalam bayam cukup tinggi (Foto: ilustrasi bayam)

Foto: PxHere
Di balik rasanya yang biasa saja, kandungan gizi di dalam bayam cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayam mungkin menjadi sayuran yang memiliki rasa biasa saja. Namun, di balik rasanya yang biasa saja, kandungan gizi di dalam bayam cukup tinggi.

Dilansir di laman Health, Sabtu (2/1), bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi. Sebanyak tiga cangkir bayam mentah, memiliki kandungan 20 kalori, tanpa lemak, dua gram protein, dan tiga gram karbohidrat yang terdiri atas dua gram sebagai serat, dan satu gram karbohidrat bersih. Meski memiliki sedikit kalori, bayam dikemas dengan nutrisi.

Selain itu, dalam tiga cangkir bayam, juga mengandung lebih dari 300 persen kebutuhan harian akan vitamin K yang bermanfaat untuk kesehatan tulang. Bayam juga mengandung lebih dari 160 persen kebutuhan harian vitamin A, dan sekitar 40 persen vitamin C, yang keduanya mendukung fungsi kekebalan dan meningkatkan kesehatan kulit.

Bayam juga mengandung 45 persen dari kebutuhan harian folat, yaitu vitamin B yang membantu pembentukan sel darah merah dan DNA. Bayam memasok 15 persen dari kebutuhan harian untuk zat besi dan magnesium, 10 persen untuk kalium, dan 6 persen untuk kalsium, bersama dengan sejumlah kecil vitamin B lainnya.

Bayam juga menjadi makanan yang kaya akan antioksidan. Selain banyak vitamin dan mineral, bayam memberikan antioksidan yang terkait dengan anti-inflamasi dan perlindungan penyakit.

Tak hanya itu, bayam merupakan makanan fungsional. Berdasarkan aktivitas fitokimia dan senyawa bioaktif yang terjadi secara alami pada bayam, makanan ini bisa melakukan perlindungan pada tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function, zat yang diturunkan dari bayam ini dapat mengurangi stres oksidatif, kerusakan DNA, dan penyakit. Bayam juga dapat secara positif mempengaruhi ekspresi gen yang terlibat dalam metabolisme dan peradangan.

Bayam memicu pelepasan hormon rasa kenyang, yang bisa membuat kita merasa lebih kenyang dan puas. Untuk alasan ini, para peneliti menyimpulkan, makan lebih banyak bayam dapat membantu menangkis penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas. Jadi, masih ragu untuk makan bayam?

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA