Ahad 03 Jan 2021 00:59 WIB

Twitter Tutup Akun Resmi Media Kashmir

Twitter beralasan akun tersebut ‘melanggar aturan kami dalam mengunggah media yang menggambarkan momen kematian seseorang’ - Anadolu Agency

Twitter beralasan akun tersebut melanggar aturan kami dalam mengunggah media yang menggambarkan momen kematian seseorang - Anadolu Agency
Twitter beralasan akun tersebut melanggar aturan kami dalam mengunggah media yang menggambarkan momen kematian seseorang - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR - Akun Twitter majalah multimedia KashmirWalla ditutup oleh Twitter setelah mencuit salah satu ceritanya pada Agustus tentang serangan polisi regional terhadap prosesi yang dilakukan para pelayat Syiah, kata pemiliknya, Jumat.

Cerita tersebut, "Mereka menyerang wanita, anak-anak, prosesi Muharram di Kashmir," dilaporkan pada 29 Agustus dan merinci bagaimana wanita, anak-anak, dan pria ditembaki selama prosesi berkabung untuk mengenang cucu nabi Muhammad, Hussain.

Baca Juga

Cerita itu diunggah ulang pada Kamis, tetapi kemudian dianggap melanggar kebijakan Twitter. "Itu melanggar aturan kami yang melarang mengunggah media yang menggambarkan momen kematian seseorang," menurut Twitter.

Editor dan pemilik majalah, Fahad Shah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia tidak memahami bagaimana berita tersebut dapat melanggar aturan.

“Media itu memuat berita penting tentang kebrutalan polisi terhadap warga sipil tak bersenjata selama prosesi keagamaan yang dilaporkan @tkwmag pada Agustus 2020. Tweet tersebut tidak mendorong kekerasan tetapi merupakan dokumentasi penting dari penggunaan kekerasan terhadap warga sipil tak bersenjata. @TwitterIndia,” tulis Fahad Shah di akunnya.

Shah mengatakan meski telah menjelaskan dan memohon kepada Twitter untuk memulihkan akun tersebut, namun permintaan tersebut belum dijawab. "Kami tidak dapat mengunggah cerita kami melalui Twitter sejak kemarin," kata Shah.

Pada 2019 Twitter dinilai menekan kebebasan berekspresi di wilayah Kashmir setelah sebuah studi oleh pengawas media, Committee to Protect Journalists, mengungkapkan bahwa hampir 1 juta tweet telah dihapus sejak 2017.

Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas Muslim, sebagian dikuasai oleh India dan Pakistan dan diklaim oleh keduanya secara penuh. Bagian kecil Kashmir juga dikuasai oleh China.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/twitter-tutup-akun-resmi-media-kashmir-/2096143
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement