Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

'Vaksin Bukan Solusi Ajaib, Hanya Salah Satu Cara'

Sabtu 02 Jan 2021 17:20 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda

Vaksin (ilustrasi)

Vaksin (ilustrasi)

Foto: AP Photo/LM Otero
Masyarakat perlu terus menerapkan protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa kehadiran vaksin tak lantas menuntaskan masalah pandemi Covid-19. Masyarakat perlu terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) demi menghindari penularan Covid-19.

Dicky menekankan, salah satu bentuk kesalahpahaman yang terjadi yaitu masyarakat mengira dengan adanya vaksin semua akan selesai. Penyuntikan vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini diketahui tengah menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Vaksin bukanlah solusi ajaib tapi hanyalah salah satu cara untuk membangun kekebalan individual dan perlindungan masyarakat," kata Dicky dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (2/1).

Menurut Dicky, tidak ada vaksin yang sempurna memberi perlindungan dalam tiap pandemi. Sebagian kecil penerima vaksin masih memungkinkan untuk tertular Covid-19. "Hanya saja diharapkan dampaknya tidak terlalu parah walau tertular," ujar Dicky.

Dicky mengatakan, sejauh ini tidak ada pandemi yang selesai dengan kehadiran vaksin. Contohnya penyakit cacar yang mana baru selesai dalam 200 tahun walau vaksin sudah ditemukan. Lalu contoh lainnya penyakit polio yang baru selesai dalam 50 tahun. 

"Covid pun sama, bukan berarti setelah disuntikan langsung hilang. Akan perlu bertahun-tahun untuk mencapai tujuan herd immunity (kekebalan kerumunan)," ucap Dicky.

Di sisi lain, Dicky menyoroti kondisi Indonesia saat ini hingga enam bulan ke depan memasuki masa kritis dalam menghadapi Covid-19. Hal ini mengingat semua indikator, termasuk angka kematian semakin meningkat di Tanah Air.

"Respons Tes Lack Isolasi pemerintah dan 5M masyarakat dalam tiga bulan pertama ini akan menentukan arah dan pola pandemi di Indonesia," imbau Dicky.

Diketahui, platform pelacakan sebaran virus corona dari pemerintah, PeduliLindungi.id, kini bisa digunakan untuk mengecek apakah individu terdaftar untuk menerima vaksin Covid-19.

Pada laman pedulilindungi.id, masyarakat bisa memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk mengecek apakah mereka terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 program pemerintah.

Untuk saat ini, hanya tenaga kesehatan yang bisa mengecek status mereka dalam program vaksinasi di PeduliLindungi.id. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA