Sabtu 02 Jan 2021 15:08 WIB

SKK Migas: Produksi Blok Cepu akan Mulai Menurun Tahun Ini

Puncak produksi minyak Blok Cepu di angka 230 ribu barel per hari.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Blok Cepu (ilustrasi).
Foto: ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Blok Cepu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi pada tahun ini Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu akan mulai memasuki masa penurunan produksi alami (natural decline). Meski begitu, SKK memproyeksikan penurunan produksi dari Lapangan Banyu Urip tidak akan secara dratis.

Direktur Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menjelaskan sebenarnya natural decline ini sudah diprediksi dari awal pengesahan POD Lapangan Banyu Urip. Awalnya, Lapangan ini hanya mampu memproduksi besar di 18 bulan pertama.

Baca Juga

Namun, faktanya selama lima tahun terakhir lapangan banyu urip mampu berkontribusi besar dalam produksi migas nasional. "POD awal hanya diperkirakan 18 bulan pertama, tapi sudah hampir lima tahun masih luar biasa. Bahkan skrg udah titik puncak, tapi akan segera decline karena kondisi resverve sudah waktunya," ujar Julius, Sabtu (2/1).

Julius mengatakan penurunan memang belum bisa diprediksi sampai berapa barel per hari. Hanya saja ia mentaksir penurunan tidak akan terjadi secara drastis namun secara gradual.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement