Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

SKK Migas: Produksi Blok Cepu akan Mulai Menurun Tahun Ini

Sabtu 02 Jan 2021 15:08 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Blok Cepu (ilustrasi).

Blok Cepu (ilustrasi).

Foto: ROL/Wisnu Aji Prasetiyo
Puncak produksi minyak Blok Cepu di angka 230 ribu barel per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi pada tahun ini Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu akan mulai memasuki masa penurunan produksi alami (natural decline). Meski begitu, SKK memproyeksikan penurunan produksi dari Lapangan Banyu Urip tidak akan secara dratis.

Direktur Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menjelaskan sebenarnya natural decline ini sudah diprediksi dari awal pengesahan POD Lapangan Banyu Urip. Awalnya, Lapangan ini hanya mampu memproduksi besar di 18 bulan pertama.

Namun, faktanya selama lima tahun terakhir lapangan banyu urip mampu berkontribusi besar dalam produksi migas nasional. "POD awal hanya diperkirakan 18 bulan pertama, tapi sudah hampir lima tahun masih luar biasa. Bahkan skrg udah titik puncak, tapi akan segera decline karena kondisi resverve sudah waktunya," ujar Julius, Sabtu (2/1).

Baca Juga

Julius mengatakan penurunan memang belum bisa diprediksi sampai berapa barel per hari. Hanya saja ia mentaksir penurunan tidak akan terjadi secara drastis namun secara gradual.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA