Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

SKK Migas Catatkan Sejumlah Milestone Krusial di 2020

Sabtu 02 Jan 2021 12:08 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Didi Purwadi

SKK Migas

SKK Migas

Foto: Migas
Penyesuaian harga gas bertujuan untuk memberikan dampak perekonomian bagi negara.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman, mengatakan selama periode 2020 terdapat beberapa milestone penting yang dicapai. Beberapa antaranya penyelesaian 24 Side Letter PSC serta 61 LoA dan Amandemen PJBG terkait penyesuaian harga gas sesuai dengan aturan Keputusan Menteri ESDM No. 89K/2020 dan 91K/2020. 

”Total gas yang disesuaikan mencapai 2.601 british thermal unit per day (BBTUD)  terdiri dari 1.205 BBTUD untuk industri hilir dan 1.396 BBTUD untuk PLN,'' kata Fatar melalui keterangan resmi pada Jumat (1/1).

Fatar menyebut penyesuaian harga gas ini bertujuan untuk memberikan dampak perekonomian bagi negara melalui bertumbuhnya kegiatan industri hilir serta berkurangnya beban subsidi kelistrikan. Selain itu, milestone lainnya yakni SKK Migas berhasil pula menuntaskan Heads of Agreement (HoA) transisi Blok Rokan pada 28 September 2020. Dengan diberlakukannya HoA tersebut, maka PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) bisa melakukan pemboran untuk menjaga produksi Rokan sampai masa berakhirnya kontrak.

Fatar menambahkan, Plan of Development (POD) pertama Lapangan Kaliberau, Blok Sakakemang juga telah disetujui oleh pemerintah pada 29 Desember 2020. Dengan persetujuan ini, maka realisasi Reserve Replacement Ratio (RRR) berada di angka 101,6 persen dengan penambahan cadangan sebesar 705,16 MMBOE. 

Capai Target
SKK Migas mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2020. SKK Migas mencapai beberapa target yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Tercatat, hulu migas nasional menghasilkan lima capaian mengesankan pada aspek Reserve Replacement Ratio (RRR), lifting minyak dan gas bumi (migas), pengendalian cost recovery, penerimaan negara, dan penyelesaian proyek hulu migas.

''Tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi seluruh pelaku usaha, khusus di hulu migas selain terdampak pandemi Covid-19, kami juga dibayangi oleh rendahnya harga minyak dunia,'' kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, melalui keterangan resmi pada Jumat (1/1).

''Namun berkat kerja keras bersama KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), pada akhirnya industri hulu migas berhasil melampaui beberapa target yang ditetapkan oleh pemerintah,'' katanya.

Pada akhir 2020, lifting minyak tercatat sebesar 706 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 100,2 persen melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang ditetapkan sebesar 705 ribu BOPD. Sedangkan lifting atau salur gas sebesar 5.461 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), sedikit dibawah target APBN-P sebesar 5.556 MMSCFD atau tercapai 98,3 persen. 

Untuk penerimaan negara, angka yang berhasil dicapai sebesar 8,4 miliar dolar AS atau 141 persen dari target yang dipatok sebesar 5,86 miliar dolar AS. SKK Migas pun mampu menyelesaikan 15 proyek onstream dari 11 proyek onstream yang ditargetkan atau 136 persen. Investasi hulu migas mencapai 10,21 miliar dolar AS, sedangkan pengendalian cost recovery sebesar 8,12 miliar dolar AS sesuai target pemerintah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA