Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Mau Berhenti Minum Kopi? Jangan Lakukan Secara Mendadak

Sabtu 02 Jan 2021 08:15 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Kopi (ilustrasi). Menyetop kebiasaan minum kopi secara tiba-tiba bisa mendatangkan gejala tak menyenangkan.

Kopi (ilustrasi). Menyetop kebiasaan minum kopi secara tiba-tiba bisa mendatangkan gejala tak menyenangkan.

Foto: Pxhere
Simak tips berhenti minum kopi dari pakar gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kafein masih tetap ada dalam kopi setelah proses dekafeinasi dengan kadar yang beragam. Kopi tanpa kafein pun masih mengandung dua stimulan lainnya, yakni theobromine dan theophylline yang tidak hilang ketika kopi menjadi produk tanpa kafein.

Dikutip dari Gulf News pada Sabtu (2/1), kadar kafein yang tersisa dalam kopi tanpa kafein juga bervariasi, tergantung merek, proses yang digunakan, dan jenis bijinya. Dengan itu, tidak ada takaran persis berapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam suatu produk.

"Bukan hanya perempuan yang terkena dampak kafein," ungkap kepala ahli gizi di hotel The Retreat, The Palm Dubai yang berbasis di Uni Emirat Arab, Alexandra Chaston.

Menurut Chaston, penelitian menunjukkan kafein dapat memengaruhi kesehatan sperma, mulai dari jumlah, mobilitas, hingga risiko kelainan. Artinya, pasangan yang melakukan program kehamilan disarankan mengurangi kafein.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA